Inibaru.id - Libur Natal dan Tahun Baru sering bikin orang bingung menentukan tujuan wisata. Tempat ramai sudah pasti penuh, sementara jalanan macet di mana-mana. Kalau kamu sedang main ke Kabupaten Semarang atau melintas di sekitar Salatiga, ada satu destinasi kuliner yang bisa jadi pilihan alternatif: Warung Pecel Keong Mbak Toen.
Kabupaten Semarang memang bukan cuma soal panorama alam atau tempat wisata air. Urusan perut, daerah ini juga punya banyak cerita menarik. Salah satunya warung legendaris yang berada tak jauh dari objek wisata Sumber Mata Air Muncul, tepatnya di Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru. Lokasinya strategis dan sering jadi tempat singgah wisatawan sebelum atau sesudah main air.
Berdiri sejak 1985, menu andalan warung ini terdengar sederhana, yaitu nasi pecel dengan aneka sayuran. Tapi ada lauk yang bikin pecel di sini melegenda, yaitu keong sawah yang dimasak hingga empuk dan gurih. Kombinasi sambal pecel yang pedas-manis dengan keong ternyata menciptakan rasa yang unik dan nagih.
“Pecel keong di warung ini dimasak dengan cara khusus sehingga nggak alot dan punya rasa istimewa. Ada juga menu lain seperti belut crispy, mujaer, lele, dan lain-lain yang nggak kalah enak,” terang pengelola warung tersebut, Yanto pada Senin (22/12/2025).
Dia bercerita kalau warung ini awalnya sangat sederhana. Dulu lokasinya berada di dalam kompleks Kolam Renang Muncul dengan jumlah tempat duduk yang terbatas. Seiring penataan kawasan wisata, warungnya pindah ke seberang jalan dan berkembang seperti sekarang.
Menariknya, menu pecel keong lahir tanpa rencana besar. Awalnya hanya dibuat karena memanfaatkan bahan yang mudah didapat di area persawahan dan perairan sekitar Banyubiru. Siapa sangka, menu “iseng” ini justru jadi andalan dan diburu banyak orang.
Rahasia kelezatan pecel keong Mbak Toen terletak pada cara pengolahannya. Yanto mengaku punya teknik khusus agar keong tidak berbau dan tetap empuk. Semua masakan juga dijual habis dalam satu hari, tanpa sisa untuk esok hari. Soal bahan baku, dalam kondisi normal warung ini bisa menghabiskan sekitar 20 kilogram keong per hari. Saat libur panjang seperti Nataru, jumlahnya bisa melonjak hingga 75 kilogram.
Hal lain yang bikin menu pecel keong ini melegenda adalah harganya yang ramah di kantong. Dengan Rp18.000, pengunjung sudah bisa menikmati sepiring pecel keong lengkap. Minuman andalan seperti teh krampul juga sering jadi pelengkap wajib yang nggak kalah nikmat.
“Kepedasan pecelnya pas, keongnya empuk. Menu lain seperti belut dan teh krampul juga wajib dicoba,” ungkap salah seorang pengunjung dari Bandungan, Kabupaten Semarang, Suranto yang datang bersama dengan keluarganya.
Kalau kamu mencari wisata kuliner yang sederhana tapi berkesan, Warung Pecel Keong Mbak Toen yang buka setiap hari dari pukul 07.30 WIB sampai 18.00 WIB ini layak masuk daftar. Maklum, nggak cuma mengenyangkan, warung ini juga memberi pengalaman kuliner yang sulit dilupakan, Gez! (Arie Widodo/E07)
