Inibaru.id - Makan di dekat makam mungkin terdengar janggal bagi sebagian orang. Tapi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, justru dari lokasi semacam itulah lahir salah satu kuliner legendaris yang digemari banyak orang, yakni sup pocong. Namanya memang terkesan menyeramkan, tapi urusan rasa, menu ini justru bikin orang balik lagi.
Warung yang menyediakan menu dengan nama nyeleneh ini adalah Warung Mbak Anis Spesial Sup, sebuah warung sederhana yang berdiri tepat di depan Tempat Pemakaman Umum Mojopitu, Kelurahan Pati Kidul, Kecamatan Pati Kota. Letaknya persis di seberang gerbang makam, lengkap dengan pemandangan nisan dan pepohonan kamboja. Dari lokasi yang seram inilah, julukan “sup pocong” muncul dan terlanjur melekat di benak pelanggan.
Meski di papan nama tak ada kata “sup pocong”, warga sekitar dan pembeli lebih akrab menyebutnya begitu. Bukan karena ada unsur mistis dalam masakannya, melainkan karena posisi warung yang hanya berjarak beberapa langkah dari area pemakaman. Unik, sederhana, mudah diingat, dan bikin banyak orang penasaran!
Salah satu pelanggan setia, Eko yang merupakan warga Kecamatan Gabus mengaku sudah belasan tahun rutin mampir ke warung ini. Dulu ia kali pertama datang karena penasaran dengan namanya yang tak biasa.
“Karena depan warungnya kuburan, jadi banyak orang yang menyebut makanannya sup pocong. Tapi soal rasa, ini serius enak banget,” ujarnya sambil tertawa sebagaimana dinukil dari Detik, Jumat (26/12/2026).
Yang membuat sup pocong ini digemari tentu bukan semata lokasinya. Cita rasa supnya menjadi alasan utama. Seporsi sup disajikan dengan kuah bening yang segar, sedikit pedas, dan beraroma bawang putih goreng. Isinya cukup royal, yaitu potongan daging sapi yang empuk, wortel, kol, dan taburan bawang goreng yang membuat kuahnya makin harum. Cocok disantap hangat, apalagi saat perut lapar.
Soal harga, warung ini juga terkenal bersahabat. Satu porsi nasi sup dibanderol hanya Rp 8.000. Dengan harga segitu, pembeli sudah mendapat nasi dan sup lengkap yang mengenyangkan. Tak heran jika banyak pelanggan dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar hingga dari luar kecamatan berdatangan.
Mbak Anis, pemilik warung, menyebut usahanya ini sudah berdiri lebih dari 15 tahun. Awalnya kepopuleran warung ini biasa saja, namun karena lokasinya yang tak lazim dan rasa sup yang konsisten, warungnya perlahan dikenal luas. Kini, dalam sehari, ratusan porsi bisa ludes terjual, terutama saat jam makan siang.
O ya, selain sup, warung ini juga menyediakan menu lain seperti nasi soto, nasi pecel, dan nasi asem-asem. Namun tetap saja, sup pocong menjadi primadona yang paling banyak dicari.
Kini, Warung Mbak Anis bukan sekadar tempat makan. Ia sudah menjadi bagian dari cerita kuliner Pati dan menjadi contoh bahwa lokasi yang tak biasa tak selalu jadi penghalang membuka bisnis. Selama rasanya jujur, harganya bersahabat, dan pelayanannya mantap, orang akan tetap datang. Bahkan, meski harus makan tepat di depan makam.
Hm, jadi penasaran ya, Gez, seperti apa rasa sup pocong di sana. (Arie Widodo/E07)
