inibaru indonesia logo
Beranda
Kulinary
Menikmati Getuk Ndeso Klaten di Desa Kurung
Jumat, 21 Apr 2023 11:00
Penulis:
Arie Widodo
Arie Widodo
Bagikan:
Getuk ndeso Klaten diburu oleh wisatawan atau para pemudik yang sedang pulang kampung. (Ayosemarang)

Getuk ndeso Klaten diburu oleh wisatawan atau para pemudik yang sedang pulang kampung. (Ayosemarang)

Kalau main atau mudik ke Klaten, Jawa Tengah, jangan lupakan getuk ndeso Klaten yang nikmatnya tiada duanya. Kamu bisa mencarinya di Desa Kurung, Kecamatan Ceper.

Inibaru.id – Siapa bilang makanan yang terkesan ‘ndeso’ nggak lagi diminati? Nyatanya, getuk ndeso Klaten pasti diburu oleh wisatawan atau para pemudik yang sedang pulang kampung ke kabupaten yang ada di selatan Jawa Tengah tersebut. Selain bikin kangen dan kaya akan kenangan, getuk khas Desa Kurung, Kecamatan Ceper ini memang punya cita rasa yang mantap.

Cerita tentang getuk ndeso Klaten ini bermula dari tahun 1976. Seorang perempuan bernama Sujiyem berjualan getuk di pinggir jalan Karangwuni-Pedan yang ada di Desa Kurung. Dia menamai getuk yang dijual dengan gerobak tersebut dengan nama getuk Yoko. Nama yang diambil dari putranya, Sarjiyoko.

Keahliannya dalam membuat getuk didapat saat merantau ke saudaranya yang berdomisili di Kota Getuk, Magelang. Saat kembali ke Dusun Putatan, Desa Kurung, Sujiyem pun terpikir untuk berjualan jajanan tersebut.

Lambat laun, getuk Yoko yang dijajakan Sujiyem semakin populer. Hal ini membuat tetangga-tetangganya ikut berjualan penganan yang sama. Pembeli dari luar kampung juga semakin banyak. Desa Kurung pun kemudian dikenal sebagai desa yang menyediakan getuk enak sampai sekarang.

Salah seorang penjual getuk dari Desa Kurung, Ninuk, menyebut ada dua varian getuk dari Desa Kurung yang paling dicari, yaitu yang rasa cokelat dan selai nanas. Getuk-getuk tersebut dibuat tanpa bahan pengawet sehingga memiliki rasa enak dan tekstur lembut.

Getuk Yoko, perintis industri getuk di Desa Kurung. (wartahr.blogspot)
Getuk Yoko, perintis industri getuk di Desa Kurung. (wartahr.blogspot)

“Kalau di suhu ruang, getuk bisa bertahan dua hari. Kalau dimasukkan kulkas memang bisa jadi lebih awet, tapi takutnya tekstur getuk jadi lebih keras. Selain itu, dikhawatirkan parutan kelapanya jadi basi,” ucap Ninuk sebagaimana dilansir dari Radar Solo, (29/10/2022).

Soal harga, getuk ndeso Klaten dari Desa Kurung terkenal murah meriah. Bagaimana nggak, per buahnya hanya dibanderol Rp1.000. Kamu juga bisa membeli paketan dengan harga Rp10 ribu-Rp20 ribu per wadah dengan pilihan rasa cokelat, selai nanas, atau kombinasi.

“Pernah ada yang beli dan minta dikirim ke Batam. Dikirimnya lewat pesawat karena getuknya hanya tahan dua hari,” lanjut Ninuk.

Wah, jadi penasaran ya dengan rasa getuk ndeso khas Klaten. Lembutnya tekstur getuk yang dikombinasikan dengan manisnya gula pasir dan gurihnya parutan kelapa pasti bikin ketagihan siapa saja yang memakannya.

Jadi, kapan nih main ke Desa Kurung, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah untuk mencicipi getuk ndeso yang populer itu, Millens? (Arie Widodo/E10)

Komentar

inibaru indonesia logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Social Media

A Group Partner of:

medcom.idmetrotvnews.commediaindonesia.comlampost.co
Copyright © 2024 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved