Mengapa Penjual Gethuk Lindri Menyetel Lagu Dangdut?

Mengapa Penjual Gethuk Lindri Menyetel Lagu Dangdut?
Penjual gethuk lindri menyetel lagu dangdut keras-keras. (Ayosemarang/Vedyana)

Setiap kali melihat penjual gethuk lindri, pasti ada lagu dangdut yang disetel dengan keras. Sebenarnya, apa ya alasan lagu dangdut seperti jadi ciri khas dari gerobak gethuk lindri?

Inibaru.id – Kamu pasti pernah mendengar penjual gethuk lindri mendorong gerobaknya dengan suara dangdut yang keras. Penasaran nggak bagaimana bisa penjual gethuk lindri menyetel lagu dangdut dan hal ini seperti menjadi ciri khas mereka?

Gethuk lindri sebenarnya termasuk dalam jajanan tradisional Indonesia. Asalnya dari Magelang, Jawa Tengah. Rasanya manis dan mengenyangkan karena bahan utamanya adalah singkong. Menariknya, secara sejarah, gethuk lindri dibuat sebagai solusi saat masyarakat Jawa tengah mengalami paceklik beras.

Konon, yang mempelopori pembuatan gethuk lindri adalah warga Desa Karet bernama Mbah Mohtar. Gethuk ini cepat populer gara-gara tampilannya yang unik dan menarik.

Nah, yang menarik adalah soal mengapa diberi nama gethuk lindri. Suara “tuk, tuk” tatkala pembuatnya menumbuk singkong sampai halus menjadi alasan mengapa penganan ini disebut gethuk. Nah, kalau lindri, kabarnya dari cara pembuatan jajanan ini yang digulung-gulung.

Meski begitu, sejarawan J FX Hoery menyebut lindri sebenarnya adalah penyebutan dari alat penggulung. Kalau kamu cermati, gethuk lindri ini cukup unik karena mirip dengan mi panjang yang kemudian digulung dan dipotong-potong menjadi persegi atau bulat.

Gethuk lindri dianggap sebagai penganan yang melambangkan kesederhanaan. (resepkuerenyah.com)
Gethuk lindri dianggap sebagai penganan yang melambangkan kesederhanaan. (resepkuerenyah.com)

Balik lagi ke pertanyaan mengapa penjual gethuk lindri menyetel lagu dangdut keras-keras. Kalau soal ini sih sebenarnya karena inovasi saja, Millens. Jadi, dulu penjual gethuk lindri yang membawa gerobak keliling harus berteriak keras-keras demi memberitahukan pada warga sekitar kalau ada penjual gethuk lindri tiba.

Nah, penjual ini sepertinya lelah, Millens sehingga mencari cara agar keberadaannya lebih mudah diketahui warga. Akhirnya dipilihlah pengeras suara sembari menyalakan musik dangdut. Alasannya? Karena musik dangdut sangat merakyat dan disukai banyak orang sehingga jika mereka menyalakannya keras-keras, warga pasti tertarik untuk mengecek siapa yang menyalakannya.

Nah, lama-lama semakin banyak penjual gethuk lindri yang mengikuti trik ini sehingga membuatnya jadi seperti ciri khas. Apalagi kini jumlah penjual gethuk lindri dengan gerobak dorong semakin jarang. Hal ini membuat suara dangdut ini seperti jadi semakin identik dengan mereka.

Bagi masyarakat Jawa, gethuk adalah makanan yang melambangkan kesederhaan. Hal ini juga berlaku bagi gethuk lindri.

Omong-omong, kamu suka ngemil gethuk lindri nggak, nih, Millens? (Hops, Det/IB09/E05)