Inibaru.id - Kalau ngomongin kuliner malam di Jogja, rasanya nggak ada habisnya. Saat banyak tempat makan mulai tutup, justru ada satu spot sederhana yang malah ramai diserbu pemburu lapar tengah malam, yakni Bubur Pawon Mbah Sadiyo.
Berbeda dari bubur pada umumnya yang identik dengan sarapan, di sini kamu justru harus datang malam hari. Warung ini mulai buka sekitar pukul 20.00 WIB dan bisa terus melayani pembeli sampai dini hari, bahkan terkadang baru tutup sekitar pukul 02.00 atau 03.00 WIB, lo!.
Yang bikin tempat ini spesial bukan cuma jam bukanya, tapi juga cara memasaknya. Sesuai namanya, “pawon” berarti dapur tradisional. Bubur di sini dimasak langsung di dapur rumah dengan tungku kayu bakar. Aroma asap tipis yang khas justru jadi daya tarik tersendiri, memberikan sentuhan rasa yang sulit ditemukan di tempat lain.
Menu utamanya tentu saja bubur hangat dengan sayur krecek yang pedas dan gurih. Teksturnya lembut, tapi nggak terlalu encer, dengan rasa santan yang pas, nggak terlalu medok, dan nggak bikin enek. Pilihan lauknya juga beragam, mulai dari telur, tempe, hingga olahan lele dan jeroan.
Menariknya lagi, semua masakan ini dibuat langsung oleh Mbah Sadiyo yang usianya sudah sekitar 80 tahun. Meski sudah sepuh, beliau masih setia memasak sendiri setiap hari. Hal ini juga yang bikin banyak pengunjung merasa “tersentuh” sekaligus kagum dengan semangatnya.
Salah satu pengunjung, Fransisca Kumala Sari, mengaku awalnya datang karena penasaran setelah melihat tempat ini viral. Tapi setelah mencoba, ia justru jatuh hati dengan rasanya.
“Cita rasanya pas, santannya juga nggak medok, ringan gitu dan nggak bau sangit. Lauknya juga bermacam-macam,” ucapnya di ulasan Google.
Ulasan lain datang dari Fikri Ilham yang menyoroti soal harga. Dengan sekitar Rp10 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati semangkuk bubur lengkap dengan telur.
“Porsinya juga pas buat yang nggak pengin kekenyangan. Nggak perlu khawatir bakal kurang juga,” tulisnya.
Meski rasanya melegenda, ada juga catatan kecil dari pengunjung. Lokasi warung yang berada di area perkampungan membuat suasananya sangat sederhana. Bahkan, ada kandang kambing di dekat tempat makan yang terkadang menimbulkan bau khas. Tapi bagi banyak orang, hal ini justru jadi bagian dari pengalaman “autentik” yang nggak bisa didapat di tempat lain.
Berlokasi di kawasan Sanggrahan, Tirtoadi, Sleman, tempat ini memang bukan tipe kuliner yang mewah. Tapi justru dari kesederhanaannya, lahir pengalaman makan yang hangat dan berkesan.
Jadi, kalau kamu lagi main di Jogja dan lapar di tengah malam, nggak ada salahnya mampir ke sini. Siap-siap antre, ya, karena Bubur Pawon Mbah Sadiyo ini punya rasa yang bikin orang rela datang lagi dan lagi. (Arie Widodo/E07)
