Bukan Bermaksud Jorok, Ada Roti Bokong di Purbalingga Lo

Bukan Bermaksud Jorok, Ada Roti Bokong di Purbalingga Lo
Roti bokong Purbalingga. (detikcom/Vandi Romadhon)

Ada lo roti bokong di Purbalingga. Namanya memang terkesan jorok, tapi cukup populer di sana. Maklum, rasanya enak dan sering jadi oleh-oleh.

Inibaru.id – Pernah mendengar roti bokong di Purbalingga, Millens? Nama penganan ini sama sekali bukan guyonan lo, Millens. Kesannya jorok ya karena bokong artinya pantat. Namun, ternyata ada makna istimewa dari penamaan roti yang sangat nggak biasa ini.

Roti bokong ini sebenarnya mirip dengan banyak roti tradisional dari Indonesia. Rasanya legit karena terbuat dari tepung beras, gula merah, dan kacang hijau. Lantas, apa yang membuat roti ini unik sehingga diberi nama yang kesannya nggak sopan?

Kalau kamu melihat bentuk dari roti bokong, sebenarnya bakal langsung ngeh sih mengapa diberi nama seperti itu. Yap, roti ini memang memiliki bentuk dua lipatan sehingga membuatnya seperti pantat. Menariknya, roti dengan tekstur yang terlihat kering dari luar ini ternyata lembut dan kenyal lo saat digigit. Ditambah dengan adanya isian kacang hijau serta gula merah, kamu akan merasakan sensasi lumer dan mantap saat memakannya.

Menurut keterangan budayawan dari Purbalingga Agus Sukoco, belum ada sejarah pasti tentang alasan mengapa roti ini dibentuk sekaligus diberi nama bokong. Meski begitu, namanya cukup populer di Purbalingga dan sekitarnya. Agus yakin jika yang memberi nama ini pastilah laki-laki.

“Imajinasi soal hal semacam itu biasanya memang laki-laki yang memilikinya,” ungkap Agus, Minggu (30/5/2021).

Roti bokong cukup populer di Purbalingga. (detikcom/Vandi Romadhon)
Roti bokong cukup populer di Purbalingga. (detikcom/Vandi Romadhon)

Satu hal yang pasti, Agus yakin jika roti bokong tercipta dari tradisi sehari-hari rakyat kecil. Maklum, kalau makanan ini berasal dari kalangan atas apalagi Jawa yang priyayi, tentu penamaannya nggak bakal yang aneh-aneh seperti bokong.

“Kalau (makanan) lahir dari kaum Begawan, ada pesan yang tersirat. Contohlah kupat dari ngaku lepat (mengaku pernah berbuat salah),” terang Agus.

Meski namanya terkesan jorok dan diduga berasal dari kalangan kelas bawah, roti bokong kadung populer di Purbalingga dan sekitarnya. Maklum, rasanya emang enak dan cocok dengan lidah orang Indonesia.

Nah, kalau kamu mau mencicipinya, coba deh mencarinya di toko roti atau di pusat buah tangan yang ada di Kabupaten Purbalingga. Tenang, roti bokong sangat populer kok jadi kamu pasti bisa menemukannya dengan mudah. Harganya juga cukup terjangkau, yakni sekitar Rp 20 ribuan per bungkus.

Jadi, tertarik mencoba roti bokong di Purbalingga, Millens? (Det/IB09/E05)