Inibaru.id – Daging sapi dan kambing bisa diolah menjadi pelbagai masakan. Selain sup, satai, atau gulai, warga Yogyakarta mengolah kedua jenis daging ini menjadi kicikan. Memanfaatkan babat, paru, hingga kulit, kicikan diolah menjadi masakan dengan rasa yang manis dan gurih.
Jahe, lengkuas, tumbar, dan merica merupakan rempah-rempah yang digunakan dalam kicikan. Selain itu, daun kicikanlah yang membuat makanan ini makin lezat. Supaya kenyang, orang biasanya menyantap kicikan bersama nasi tiwul atau nasi liwet.
Jika penasaran, berkunjunglah ke pasar-pasar tradisional di Gunungkidul. Harganya murah, lo. Seporsi kicikan biasanya dihargai sekitar Rp 5.000-7.000.
Eh, kalau berencana ke pasar tradisional, datanglah pada waktu tertentu menurut penanggalan Jawa ya. Kicikan biasanya dibawa penjual pada hari pasaran Wage atau Pahing. Lantaran murah, kicikan juga cepat habis. Inilah mengapa kamu harus datang pagi hari supaya kebagian.
O ya, kicikan makin mantap jika dimakan bersama sambal, lo. Potongan daging yang didampingi sambal pasti bikin makanmu nambah. Namun, ingat, jangan mengonsumsinya terlalu banyak ya. Agar tubuh mendapatkan gizi seimbang, imbangi pula dengan sayur.
Duh, nggak tahan pengin mencicipi makanan ini. Enaknya beli atau masak sendiri ya? (IB06/E03)