Inibaru.id – Ada kabar menarik bagi kamu yang gemar wisata sejarah dan budaya. Kini, masyarakat bisa mengunjungi Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung secara gratis melalui program ISTURA (Istana untuk Rakyat).
Program ini membuka kesempatan bagi publik untuk melihat lebih dekat salah satu bangunan bersejarah yang menjadi simbol perjalanan bangsa. Tak hanya menikmati kemegahan arsitekturnya, pengunjung juga bisa menyaksikan koleksi karya seni para maestro Indonesia hingga berbagai benda bersejarah yang tersimpan di dalam kompleks istana.
Mengutip laman resmi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (16/7/2026), seluruh rangkaian kunjungan tidak dipungut biaya. Namun, calon pengunjung wajib melakukan pendaftaran secara daring dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu.
Cara Mendaftar Kunjungan Gratis ke Gedung Agung
Program ISTURA terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, keluarga, komunitas, organisasi, instansi pemerintah maupun swasta, hingga masyarakat umum.
Adapun langkah-langkah pendaftarannya sebagai berikut:
- Mengakses laman resmi pendaftaran ISTURA.
- Memilih jadwal kunjungan yang tersedia pada hari Senin hingga Kamis.
- Memilih jam kunjungan, yakni pukul 08.00, 09.00, 10.00, 11.00, 13.00, atau 14.00 WIB.
- Menyiapkan surat permohonan kunjungan yang memuat identitas instansi atau organisasi, tujuan kunjungan, periode kunjungan, jumlah peserta, nama koordinator, NIK, nomor telepon/WhatsApp, serta tanda tangan penanggung jawab.
- Mengisi data diri dan mengunggah dokumen persyaratan melalui sistem.
- Menunggu proses verifikasi dari pengelola. Hasil persetujuan akan dikirim melalui WhatsApp dalam waktu sekitar 1–3 hari kerja.
Seluruh proses pendaftaran hingga pelaksanaan kunjungan tidak dikenakan biaya.
Gedung Agung bukan sekadar bangunan tua. Bangunan yang berdiri sejak 1824 ini merupakan salah satu saksi penting perjalanan sejarah Indonesia. Awalnya, gedung bergaya arsitektur klasik Eropa tersebut digunakan sebagai kantor Residen Belanda sebelum akhirnya menjadi salah satu Istana Kepresidenan Republik Indonesia.
Keaslian bangunan masih dipertahankan hingga sekarang. Halaman yang luas dengan pepohonan rindang turut menghadirkan suasana teduh di tengah hiruk-pikuk kawasan Malioboro dan pusat Kota Yogyakarta.
Salah satu destinasi utama dalam program ISTURA adalah Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta. Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati beragam koleksi seni bernilai tinggi, mulai dari lukisan karya maestro Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah, hingga Dullah.
Selain lukisan, museum juga menyimpan koleksi patung perunggu, keramik antik, serta berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan bangsa Indonesia.
Tur Edukatif dengan Pemandu Resmi
Selama kunjungan, peserta akan didampingi pemandu resmi yang menjelaskan sejarah Gedung Agung beserta kisah di balik koleksi yang dipamerkan. Dengan begitu, kunjungan tidak hanya menjadi wisata rekreasi, tetapi juga pengalaman edukatif yang memperkaya wawasan sejarah.
Pengunjung juga diperbolehkan mengabadikan momen di beberapa area yang telah ditentukan. Namun, penggunaan lampu kilat (flash) saat memotret tidak diperkenankan demi menjaga kondisi koleksi museum.
Selain itu, setiap pengunjung diharapkan ikut menjaga kelestarian koleksi dengan tidak menyentuh lukisan, patung, keramik antik, maupun etalase yang ada di dalam museum.
Melalui program ISTURA, masyarakat kini memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal salah satu istana kepresidenan Indonesia dari dekat. Program ini menjadi alternatif wisata sejarah yang tidak hanya menarik, tetapi juga sarat nilai edukasi bagi semua kalangan. (Ike/E01)
