BerandaHits
Minggu, 8 Mar 2026 20:23

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

Driver perempuan di Jateng bakal dibekali aplikasi anti-pelecehan. (via Okezone)

Menjadi pengemudi ojek online (ojol) perempuan atau yang akrab disapa "Srikandi Ojol" memang punya tantangan tersendiri, mulai dari panas-hujanan sampai risiko keamanan. Memahami hal ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bakal menyiapkan sebuah aplikasi perlindungan khusus buat mereka. Kini, narik penumpang nggak perlu was-was lagi!

Inibaru.id – Kabar gembira disampaikan langsung oleh Gus Yasin (sapaan akrab Wagub) saat acara Ngabuburide Berenergi di kantor Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Jumat (6/3/2026). Pemprov Jateng bakal meluncurkan sistem perlindungan digital setelah mendengar langsung "curhatan" para driver ojol perempuan yang rentan mengalami pelecehan saat bekerja.

“Kami akan me-launching program perlindungan untuk menangani pelecehan dan kekerasan terhadap para srikandi ojol,” tegas Gus Yasin.

Sekali Pencet, Bantuan Langsung Datang!

Nantinya, aplikasi ini bakal tersedia di seluruh Jateng. (Humas Jateng)
Nantinya, aplikasi ini bakal tersedia di seluruh Jateng. (Humas Jateng)

Cara kerja aplikasinya pun simpel tapi sakti, Gez. Driver yang merasa terancam atau mengalami perbuatan tidak menyenangkan tinggal memencet tombol darurat di aplikasi tersebut. Kerennya, sistem ini bakal langsung terhubung dengan RT di sekitar lokasi kejadian.

Nggak cuma di Semarang, Gus Yasin pengin sistem keamanan ini menyebar ke seluruh kota di Jawa Tengah. “Biar ada keamanan di jalan,” tambahnya.

Gus Yasin sendiri mengaku sangat mengapresiasi jasa para driver ojol yang punya andil besar dalam memutar roda ekonomi di Jateng. Dia berharap di momen libur Lebaran nanti, para driver makin kebanjiran orderan dari para wisatawan.

Antara Risiko dan Perlindungan Respon positif pun datang dari para Srikandi Ojol. Dewi, salah satu driver ojol asal Semarang, mengaku senang dengan terobosan ini. Meski selama tujuh tahun narik dia belum pernah mengalami kekerasan fisik, Dewi bercerita kalau risiko kekerasan verbal (lewat kata-kata) tetap ada.

“Saya berterima kasih perhatian Pemprov Jawa Tengah yang sangat melindungi perempuan. Mantap,” ungkap Dewi dengan penuh semangat.

Nggak cuma urusan ojol, acara ini juga jadi momen silaturahmi buat anak yatim dan mahasiswa asal Aceh yang ada di Semarang. M Haikal Zalfah, perwakilan mahasiswa Aceh, merasa tersentuh karena Pemprov Jateng masih terus memperhatikan nasib mereka, terutama yang terdampak bencana.

“Bantuan yang diberikan kepada kami tidak hanya selama tiga bulan, tetapi sampai sekarang masih dipikirkan,” ujarnya haru.

Gimana menurutmu, Gez? Aplikasi ini bakal efektif banget kan buat bikin jalanan di Jateng makin ramah perempuan? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved