Serba-Serbi Pinjol yang Banyak Digerebek Polisi; Gaji Rendah, Target Tagihan Tinggi

Serba-Serbi Pinjol yang Banyak Digerebek Polisi; Gaji Rendah, Target Tagihan Tinggi
Pinjol ilegal mulai banyak digerebek polisi. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Usai diminta Jokowi, polisi langsung bergerak cepat menggerebak pinjol ilegal di sejumlah tempat. Dari ini, terkuak soal berbagai fakta dan serba-serbi pinjol ilegal yang sudah memakan banyak korban.

Inibaru.id – Usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta polisi untuk mengatasi pinjaman online (pinjol), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun langsung meminta aparat untuk segera menindak tegas pinjol, khususnya yang ilegal.

Sejumlah lokasi kantor pinjol ilegal pun langsung digerebek polisi. Sebagai contoh, kantor yang ada di Ruko Sedayu Square, Cengkareng, Jakarta Barat, digerebek pada Kamis (14/10/2021) lalu. Setidaknya, 56 orang yang merupakan para karyawan diamankan.

Di hari yang sama, kantor pinjol yang ada di Green Lake City, Tangerang juga digerebek. Hanya, mereka yang diamankan adalah para karyawan dari PT Indo Tekno Nusantara yang merupakan penyedia jasa penagih utang pinjol.

Selain di Jabodetabek, penggerebekan juga dilakukan sampai di Yoyakarta. Di kantor yang ada di Caturtunggal, Kecamatan Depok Sleman, setidaknya 83 orang penagih hutan pinjol diamankan. Mereka melakukan penagihan lewat SMS blasting, telepon yang isinya pengancaman, dan berbagai tindakan lainnya.

Gaji Karyawan Pinjol Ternyata Rendah

Meski dikenal sebagai pinjaman dengan bunga tinggi, bukan berarti karyawannya mendapatkan gaji tinggi. Salah seorang penagih pinjaman online dari PT Indo Tekno Nusantara yang berkantor di Tangerang bahkan mengaku hanya mendapatkan gaji Rp 1,4 juta per bulan. Padahal, setiap harinya, dia harus bekerja dari 08.30 WIB sampai 19.00 WIB. Jumlah gaji ini sangatlah jauh dari upah minimum regional di banyak tempat di Indonesia.

Karyawan pinjol ilegal ternyata juga digaji rendah. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Karyawan pinjol ilegal ternyata juga digaji rendah. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Sementara itu, penagih utang pinjol dari Yogyakarta mengaku setiap harinya diberikan target tinggi, yakni Rp 10 juta per hari. Setiap harinya, diberi nomor ponsel perdana. Yang satu dipakai untuk mengancam pengutang yang sudah jatuh tempo. Sementara itu, satu nomor lagi dipakai bagi yang sudah membayar.

Mengapa Masih Banyak Pinjol yang Tetap Diminati Masyarakat?

Ada banyak alasan mengapa pinjol tetap banyak mendapatkan korban baru meski kasusnya berkali-kali diunggah di media. Salah satunya adalah rendahnya pemahaman masyarakat terkait bahaya pinjol, khususnya yang ilegal.

Selain itu, banyak masyarakat yang tergiur dengan pinjol karena cenderung mudah mendapatkan pinjaman dengan syarat yang nggak ribet. Hal ini sangat berbeda jika mengajukan pinjaman di bank atau lembaga resmi lain yang bisa saja membutuhkan banyak dokumen. Itupun belum tentu diterima.

Bahkan, untuk pinjol yang legal sekalipun, persyaratannya biasanya cukup rumit dan seleksinya juga cukup ketat. Karena alasan inilah banyak orang yang memilih memakai pinjol ilegal meski sebenarnya memiliki bunga sangat tinggi dan waktu jatuh tempo yang sangat pendek.

Kalau menurut kamu, penggerebekan pinjol ini bakal berimbas positif atau bakal hanya gimik yang bakal berlangsung sementara aja, nih, Millens? (Det,Sua/IB09/E05)