Selama Empat Hari, KUPI II akan Bahas Isu Krusial Perempuan

Selama Empat Hari, KUPI II akan Bahas Isu Krusial Perempuan
Acara KUPI pertama yang diselenggarakan pada 2017 di Cirebon, Jawa Barat. (Dokumen KUPI)

Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II dilaksanakan kembali setelah lima tahun lalu. Selama empat hari yaitu 23-26 November 2022, KUPI akan membahas isu krusial tentang perempuan. 

Inibaru.id - Sekarang ini kamu pasti sudah sering menjumpai ulama perempuan yang aktif berdakwah di layar kaca, media sosial, atau langsung berjumpa dengan para jamaahnya. Nggak berbeda dengan ulama laki-laki, mereka juga memiliki kiprah spiritual dan intelektual yang sama.

Untuk mengapresiasi mereka dalam menebarkan keislaman, kebaikan, kebangsaan, kemanusiaan, dan kesemestaannya, digelarlah perhelatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) pada 2017 di Cirebon, Jawa Barat.

Lima tahun berlalu, kini KUPI ke-2 diselenggarakan sebagai wadah perjumpaan para ulama perempuan Indonesia dari beragam latar belakang pendidikan dan organisasi yang bersifat nonpartisan, inklusif, partisipatoris, lintas organisasi, lintas generasi, lintas latar belakang sosial dan pendidikan.

KUPI ke-2 digelar pada hari ini, (23/11/2022) hingga tiga hari ke depan (23/11) di Kota Semarang dan Kabupaten Jepara. Acara yang mengangkat tema “Meneguhkan Peran Ulama Perempuan dalam Membangun Peradaban yang Berkeadilan” itu diselenggarakan atas kerja sama Alimat, Perhimpunan Rahima, Fahmina, AMAN Indonesia dan Gusdurian.

Ketua SC KUPI II Ruhah Masruchah mengungkapkan, acara yang dihadiri sekitar 1.500 peserta dari seluruh Indonesia itu menjadi ruang refleksi ulama perempuan, sekaligus konsolidasi pengetahuan ulama perempuan Indonesia dan seluruh dunia.

“Lima tahun sejak kami melakukan kongres, jadi lesson learn. Gerakan KUPI juga menjadi referensi pengambil kebijakan karena KUPI telah melakukan refleksi terhadap berbagai masalah yang dihadapi masyarakat selama ini,” ujar Ruhah dalam konferensi pers yang digelar secara hibrid, pada Senin (21/11).

Apa itu Ulama Perempuan?

KUPI ke-2 diselenggarakan sebagai wadah perjumpaan para ulama perempuan Indonesia dari beragam latar belakang pendidikan dan organisasi.(Dokumen KUPI)
KUPI ke-2 diselenggarakan sebagai wadah perjumpaan para ulama perempuan Indonesia dari beragam latar belakang pendidikan dan organisasi.(Dokumen KUPI)

Sebagian dari kamu pasti mengira ulama perempuan hanya merujuk kepada sosok berjenis kelamin perempuan yang berdakwah dan mengajarkan ilmu Agama Islam, kan? Dalam KUPI makna ulama perempuan justru lebih luas lagi, Millens.

Sekretaris SC KUPI II, Faqihuddin Albdulkodir menegaskan bahwa istilah ulama perempuan nggak terbatas pada ulama berjenis kelamin perempuan, tetapi seluruh ulama yang memiliki perspektif perempuan.

Sedangkan istilah keulamaan nggak hanya merujuk pada mereka yang menguasai ilmu agama, tetapi juga mereka yang menguasai seluruh ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemanusiaan dan kehidupan dalam arti luas.

“Gerakan ulama perempuan hendak memastikan pengetahuan dan pengalaman perempuan menjadi otoritas dalam pengetahuan dan keimanan,” tutur Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon itu.

Mengangkat Isu Krusial

KUPI ke-2 akan mengangkat lima isu krusial yang akan ditelaah berdasarkan pengetahuan dan pengalaman perempuan. (Youtube UIN Walisongo)
KUPI ke-2 akan mengangkat lima isu krusial yang akan ditelaah berdasarkan pengetahuan dan pengalaman perempuan. (Youtube UIN Walisongo)

Untuk tahun ini, senggaknya ada lima isu penting yang bakal didiskusikan oleh para ulama perempuan ini. Isu tersebut akan ditelaah berdasarkan pengetahuan dan pengalaman perempuan. Lima hal krusial itu adalah sebagai berikut.

  1. Peran perempuan dalam merawat bangsa dari ekstremisme;
  2. Pengelolaan dan pengolahan sampah rumah tangga untuk keberlanjutan lingkungan;
  3. Perlindungan perempuan dari bahaya pemaksaan perkawinan;
  4. Perlindungan jiwa perempuan dari bahaya kehamilan akibat perkosaan;
  5. Perlindungan perempuan dari bahaya tindak pemotongan dan pelukaan genetalia perempuan.

Menarik dan penting untuk disimak berjalannya kongres ulama perempuan ini ya, Millens. Apa hasil dari KUPI ke-2 ini? Kita tunggu saja nanti ya! (Siti Khatijah/E07)