Sejarah Baru, Kali Pertama Pesawat NASA Masuk Atmosfer Matahari!

Sejarah Baru, Kali Pertama Pesawat NASA Masuk Atmosfer Matahari!
Pesawat Nasa masuk atmosfer matahari. (nasa.gov)

Atmosfer matahari dijamin sangat panas dan bisa melelehkan apa saja. Nah, NASA baru-baru ini menyebut wahana antariksanya berhasil masuk atmosfer matahari. Wih!

Inibaru.id – Kalau membahas soal penjelajahan antariksa, biasanya membahas soal stasiun antariksa ISS, penjelajahan ke bulan atau mars, dan lain-lain. Nah, NASA ternyata membuat gebrakan baru, Millens. Bagaimana nggak, pesawat NASA masuk ke atmosfer matahari yang dikenal sangat panas. Kok bisa, ya?

Kamu tahu sendiri kan seberapa besar ukuran matahari. Kita di bumi yang jaraknya sangat jauh hingga ukuran matahari terlihat kecil di sini saja bisa merasakan panasnya, khususnya di siang yang terik, apalagi kalau mendekat ke matahari. Bisa jadi benda apapun, termasuk wahana antariksa bakal meleleh begitu mendekat.

Namun, kenyataannya NASA bisa membuat wahana antariksanya bahkan mencapai atmosfer matahari. Hal ini diungkap para ilmuwan NASA di American Geophysical Union pada Sabtu (14/12/2021) lalu. Nah wahana yang berhasil melakukannya adalah Penjelajah Parker Solar Probe. Misi ini adalah yang kedelapan kalinya yang dilakukan NASA untuk mendekati matahari.

Jadi, wahana ini sebenarnya sudah memasuki atmosfer matahari, tepatnya terbang di bagian korona pada April 2021. Nah, data-datanya baru bisa didapatkan para ilmuwan beberapa bulan kemudian.

Kalau menurut salah satu ilmuwan yang terlibat dalam misi ini, Nour Raouafi yang berasal dari Johns Hopkins University, data yang didapat dari Parker Solar Probe sangat menarik. Jadi, sejak diluncurkan pada 2018 lalu, wahana antariksa ini bisa mencapai jarak 13 juta kilometer dari inti matahari, tepatnya di batas antara atmosfer serta angin matahari dengan suhu yang sangat panas.

Parker Solar Probe mempelajari angin matahari dan ledakan matahari. (The Franklin Institute)
Parker Solar Probe mempelajari angin matahari dan ledakan matahari. (The Franklin Institute)

Data yang didapat peneliti menunjukkan kalau bagian korona matahari ternyata jauh lebih berdebu dari yang mereka duga sebelumnya. Nah, diharapkan, data-data ini bisa menguak soal angin matahari dan bagaimana angin ini bisa sampai jauh keluar dari matahari dan mencapai luar angkasa.

Lantas, mungkinkah ke depannya ada wahana yang sampai ‘mendarat’ di matahari? Kalau soal ini, para ilmuwan masih nggak yakin mengingat matahari nggak punya permukaan padat dan lebih mirip seperti bola api raksasa dengan panas luar biasa. Jadi, bagian korona yang sebenarnya lebih mirip seperti atmosfer dianggap sebagai tempat paling ideal bagi wanaha antariksa melakukan penjelajahan.

Nggak hanya angin matahari, diharapkan data-data dari Parker Solar Probe juga bisa menguak fakta lebih dalam tentang ledakan matahari yang bisa memberikan efek besar bagi kondisi di bumi.

Rencananya, Parker Solar Probe akan terus berusaha mendekat di korona matahari hingga mencapai orbit terakhir yang diperkirakan terjadi pada 2025 mendatang. Hm, jadi penasaran ya seperti apa kondisi matahari dari jarak dekat, Millens? (Cnn,Bbc/IB09/E05)