Sebab Kamboja Meratapi Kematian Seekor Tikus Bernama Magawa

Sebab Kamboja Meratapi Kematian Seekor Tikus Bernama Magawa
Magawa, tikus yang mampu mendeteksi ranjau darat di Kamboja. ( PDSA UK / via REUTERS)

Jarang-jarang ada berita sebuah negara ikut berduka atas kematian seekor tikus. Tapi, tikus bernama Magawa ini memang sangat berjasa bagi negara Indochina tersebut. Apa saja ya jasa-jasanya?

Inibaru.id – Pernah terpikir nggak kalau sebuah negara seperti Kamboja meratapi kematian seekor tikus? Yap, meski terkesan aneh, realitanya memang begitu. Kok, bisa sih?

Magawa ini tikus yang nggak biasa, Millens. Kalau di sini, tikus biasanya sih dibasmi karena jadi hama di rumah-rumah atau di lahan pertanian. Namun, Magawa ini justru dianggap sangat berjasa karena telah menolong begitu banyak nyawa di salah satu negara Indochina tersebut.

Magawa sebenarnya masuk dalam jenis tikus raksasa Afrika, tepatnya dari negara Tanzania. Ia dilatih untuk membersihkan lahan seluas 225 ribu meter persegi dari ranjau darat yang bisa membunuh siapa saja yang nggak sengaja menginjaknya. Omong-omong, tanah seluas itu sama ukurannya dengan 42 lapangan sepak bola. Untuk ukuran tikus kecil, tentu rasanya jauh lebih luas, bukan?

Berkat aksinya, seenggaknya Magawa mampu mendeteksi lebih dari 100 ranjau darat serta berbagai peledak di tanah lainnya. Pada Juni 2021 lalu, Magawa secara resmi pensiun, karena faktor usia, tentunya.

Pada akhir pekan lalu, Magawa yang berumur 8 tahun mati. Kematian ini diungkap oleh Badan Amal APOPO dari Belgia yang selama ini melatih dan mengurusnya. Sebelum mati, Magawa terlihat sehat dan tetap bermain dengan antusias sebagaimana tikus pada umumnya.

Meski begitu, Magawa memang terlihat lebih banyak tidur dan mengalami penurunan nafsu makan.

Magawa saat beraksi mendeteksi ranjau darat. (Handout / PDSA / AFP)
Magawa saat beraksi mendeteksi ranjau darat. (Handout / PDSA / AFP)

Bagaimana Cara Magawa Deteksi Ranjau Darat?

Jadi, APOPO mampu melatih sang tikus untuk mendeteksi senyawa kimia yang memang bisa ditemukan di dalam bahan peledak. Kalau bisa mendeteksi hal ini, ia bakal mendapatkan hadiah berupa pisang atau kacang. Nah, kalau sudah mendeteksi senyawa kimia ini dengan penciumannya, Magawa bakal bereaksi dengan menggaruk tanah.

Saking cekatannya Magawa, dalam 30 menit ia bisa mengecek tanah dengan ukuran seluas lapangan tenis. Kalau kamu melakukannya dengan pendeteksi logam, bisa butuh empat hari, Millens.

Menariknya, Magawa adalah tikus pertama yang ikut dalam aksi pembersihan ranjau darat. Sebelumnya, biasanya hewan yang melakukannya adalah kucing, anjing, serta merpati.

Ia bertugas di Kamboja karena di negara ini memang masih ada banyak ranjau darat yang tersisa usai perang saudara yang berlangsung sekitar 30 tahun berakhir pada 1998 lalu. Omong-omong, sudah ada ribuan korban meregang nyawa hanya gara-gara nggak sengaja menginjaknya sejak saat itu, Millens.

Saking berjasanya Magawa, ia sampai mendapatkan medali emas atas aksi heroiknya, lo. Manusia saja belum tentu mendapatkan medali emas karena jasa-jasanya, lo.

Apapun itu, berkat jasa-jasanya, wajar kalau Kamboja meratapi kematian seekor tikus bernama Magawa ini, ya Millens. (Ber/IB09/E05)