PTM 100 Persen, Penjualan Seragam Sekolah di Semarang Kembali Menggeliat

PTM 100 Persen, Penjualan Seragam Sekolah di Semarang Kembali Menggeliat
Penjual seragam sekolah kembali dibanjiri pelanggan usai PTM 100 persen ditetapkan di Semarang. (Media Indonesia/Antara)

Penjual seragam sekolah di Semarang kembali berbahagia karena mendapatkan pelanggan. Maklum, banyak siswa yang butuh seragam baru untuk kembali belajar tatap muka di sekolah. Di Ibu Kota Jawa Tengah ini, sudah diberlakukan PTM 100 persen.

Inibaru.id – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen telah diberlakukan di banyak tempat, termasuk di Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang. Nggak hanya membuat orang tua senang karena anaknya bisa kembali datang ke sekolah, penjual seragam sekolah di Semarang juga kembali berbahagia.

Selama lebih dari setahun, aktivitas belajar mengajar dilakukan di rumah saja dan menggunakan internet. Meski terkesan sederhana, realitanya banyak pihak yang mengalami hambatan untuk mewujudkannya. Banyak guru yang kesulitan untuk membuat bahan ajar yang nggak membosankan bagi anak-anaknya di rumah saja. Sementara itu, banyak anak yang merasa belajar dengan gawai kurang maksimal karena nggak bisa langsung bertanya ke guru jika nggak mengerti.

Nah, di awal Januari 2022 ini, sekolah-sekolah di Semarang, baik itu dari tingkat SD, SMP, hingga SMA memang sudah menjalani PTM 100 persen. Otomatis, seragam sekolah yang sebelumnya nggak terpakai sehingga jadi lebih kecil, rusak, atau butuh diganti yang baru kembali diburu para orang tua.

Menurut penjual seragam sekolah dan perlengkapan lain HA Kadir yang ada di Jalan Kauman Nomor 19 Semarang, Haris Yulianto, penjualan seragam sekolah di Kota Atlas sampai naik 60 persen sejak Tahun Baru 2022.

“Sejak ada info PTM digelar 100 persen di sekolah, orang tua siswa mulai berdatangan untuk belanja seragam. Mayoritas membeli seragam baru karena seragam yang dulu sudah kekecilan,” ujar Haris, Senin (10/1/2022).

Semarang mulai PTM 100 persen pada Januari 2022 ini. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Semarang mulai PTM 100 persen pada Januari 2022 ini. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Nggak hanya seragam default sekolah seperti putih merah, putih biru, dan putih abu-abu, seragam pramuka juga nggak ketinggalan diburu para orang tua. Haris mengaku kini, dalam sehari ada 30 sampai 40 setel seragam yang terjual. Padahal, selama pandemi, bisa jadi hanya satu setel seragam yang berhasil dia jual dalam sehari.

Laris manisnya toko-toko seragam dan perlengkapan sekolah saat PTM kembali digelar 100 persen ini juga nggak lepas dari sekolah yang kebanyakan nggak menyediakan seragam sekolah default bagi para siswa. Sekolah-sekolah hanya menyediakan baju olah raga, baju batik, dan seragam sekolah lainnya.

Omong-omong, berapa ya harga seragam sekolah di pasaran sekarang? Kalau kita menghitung per setel, seragam SD dihargai Rp 140 ribu sampai Rp 160 ribu. Sementara itu, kalau seragam SMP, harganya mencapai Rp 150 ribu sampai Rp 170 ribu. Beda lagi kalau seragam SMA, satu setelnya mencapai Rp 160 ribu sampai 180 ribu, Millens.

Ada juga lo pilihan membeli seragam satuan alias bukan setelan. Atasan doang misalnya, harganya sekitar Rp 70 ribu sampai Rp 85 ribu. Kalau celana atau rok, harganya Rp 80 ribu sampai Rp 110 ribu per helai.

Wah, semoga saja dengan PTM 100 persen ini, banyak orang yang juga merasakan berkahnya, ya, khususnya para pedagang, Millens. (Idn/IB09/E05)