Inibaru.id - Karena mendapatkan tugas dari tempat kerjanya, Annisa bertandang ke Tokyo, Jepang, pada awal Ramadan 2026 ini. Mau nggak mau, dia pun harus menjalankan ibadah puasa selama beberapa hari di Negeri Matahari Terbit.
Untungnya, karena dia pergi ke Jepang saat musim dingin, ibadah puasa pun jadi lebih enteng dilakukan di sana. Suhu udara sedang dingin-dinginnya meski salju sudah nggak sebanyak sebelumnya, dan durasi puasa pun sedikit lebih pendek dibandingkan dengan durasi puasa di Indonesia.
"Subuhnya kan jelang pukul 05.00 pagi. Kalau Maghribnya sekitar pukul 17.30-an. Suhu udaranya masih di bawah 15 derajat-an, jadi nggak gampang haus meski kerap jalan ke mana-mana," ucap perempuan asli Semarang tersebut yang mengaku sudah beberapa kali mendapatkan tugas pekerjaan ke Jepang, Senin (23/2/2026).
Karena di belahan bumi utara sedang musim dingin, durasi puasa negara-negara yang ada di sana seperti Jepang, Korea, negara-negara Eropa, Kanada, hingga Amerika Serikat pun cenderung lebih pendek dari durasi puasa di negara di wilayah ekuator seperti Indonesia.
Bahkan, di negara-negara yang dekat dengan Kutub Utara seperti Islandia dan Greenland, durasi puasanya hanya 11 jam 42 menit. negara-negara lain yang memiliki durasi puasa 2026 kurang dari 12 jam adalah Kanada, Swedia, Norwegia, Rusia, dan Finlandia.
Bagaimana dengan Arab Saudi? Rekan saya yang kebetulan sedang umrah di sana, Wahyu Prasetya, menyebut durasinya juga lebih pendek dari Indonesia, Gez.
"Di Arab sekarang durasi puasanya 12 jam 44 menit. Kalau di Indonesia kan sekitar 13 jam 28 menit ya. Suhu udaranya juga sekitar 26-30an derajat Celcius. Cukup nyaman buat kita yang terbiasa dengan suhu tersebut di Indonesia," terang Wahyu, Senin (23/2).
Jika di belahan bumi utara durasi puasanya lebih pendek dari Indonesia. Di belahan bumi selatan, durasi puasanya jauh lebih lama. di Chile dan Selandia Baru, durasinya bahkan ada yang mencapai lebih dari 15 jam!
Di Kota Christchurh, Selandia Baru, misalnya, durasi puasanya 15 jam 22 menit. Sementara itu, di Puerto Montt, Chile, durasinya 15 jam 13 menit. Negara-negara lain seperti Argentina, Australia, Uruguay, Afrika Selatan, dan Paraguay mencatat durasi puasa lebih dari 14 jam.
Karena durasi kalender Islam dan kalender Masehi berbeda, perubahan durasi puasa memang bakal terus terjadi setiap tahun, seiring dengan perubahan musim. Yang pasti sih, hingga 2031, di belahan bumi utara, durasi puasanya bakal semakin pendek.
Khusus untuk di Indonesia, kebetulan kita sedang berada di puncak musim hujan, sehingga ibadah puasa pun diiringi dengan suhu udara yang cenderung lebih sejuk dari suhu udara di musim kemarau. Jadi, ibadah puasa jadi terasa lebih ringan ya, Gez? (Arie Widodo/E07)
