Menkes: Program Vaksinasi Booster Dimulai 12 Januari 2022

Menkes: Program Vaksinasi Booster Dimulai 12 Januari 2022
Vaksinasi booster Covid-19 bakal tersedia di Indonesia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Mulai 12 Januari 2022, vaksinasi booster Covid-19 digelar pemerintah. Ada yang gratis, ada yang berbayar. Lantas, siapa saja yang bisa mendapatkannya dengan gratis?

Inibaru.id – Saat menggelar Konferensi Pers virtual pada Senin (3/1/2022), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan kalau program vaksinasi Booster bakal mulai dilakukan pada 12 Januari 2022 nanti. Namun, program ini baru akan diberikan pada masyarakat dengan usia di atas 18 tahun.

Penentuan siapa saja yang bisa mendapatkan vaksinasi booster sesuai dengan rekomendasi organisasi kesehatan dunia dari PBB (WHO), yakni sudah lebih dari 18 tahun sekaligus sudah mendapatkan dosis kedua vaksin dengan jangka waktu lebih dari setengah tahun (6 bulan).

Lantas, jenis vaksin apa yang bakal dijadikan bagian program vaksinasi booster ini, Millens? Kalau soal ini masih menunggu rekomendasi dari ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) serta BPOM. Rekomendasi ini kabarnya bakal keluar pada 10 Januari 2021 nanti.

Meski begitu, pada Oktober 2021 lalu, ITAGI sempat menyebut vaksin booster yang diberikan bisa saja sama dengan dua dosis yang didapatkan sebelumnya atau berbeda.

“Untuk booster bisa vaksin yang sama dan berbeda. Kalau yang berbeda kita pilih yang punya efikasi tinggi dan daya tahan yang tinggi untuk varian virus baru,” tegas Ketua ITAGI Sri Rezeki Hadinegoro, Rabu (20/10/2021).

Skenario Vaksinasi Booster yang Bakal Dijalankan

Rencananya, pemerintah bakal memberikan vaksinasi booster Covid-19 kepada masyarakat penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan dengan gratis. Sementara itu, bagi masyarakat yang nggak termasuk dalam PBI atau non-PBI, bakal berbayar, Millens.

Vaksinasi booster Covid-19 ada yang gratis dan berbayar. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Vaksinasi booster Covid-19 ada yang gratis dan berbayar. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Nantinya, nggak semua kota atau kabupaten bisa mengadakan vaksinasi booster lo. Hanya kabupaten atau kota yang sudah memenuhi kriteria yang bisa melakukannya, yakni warga yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 70 persen dan yang mendapatkan dosis kedua mencapai 60 persen.

Untungnya sih ya, pemerintah mencatat 244 kabupaten/kota di Indonesia yang telah memenuhi kriteria ini. Jumlah ini hampir separuh dari total 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia, Millens.

Menkes menyebut tinggal tujuh provinsi yang belum memenuhi kriteria 70 persen dosis pertama. Provinsi-provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Kalau Berbayar, Berapa Harganya?

Kalau yang ini, sepertinya kita harus menunggu keputusan pemerintah dulu ya, Millens. Meski begitu, kalau di luar negeri, harga vaksin sudah diketahui sehingga kita bisa memperkirakannya.

Contohlah, di AS, harga vaksin Pvizer per dosisnya mencapai Rp 277 ribu per dosis. Kalau vaksin AstraZeneca, di Filipina harganya Rp 71 ribu per dosis. Sementara itu, vaksin Sinopharm harganya sekitar Rp 321.660 per dosisnya. Ingat ya, bisa jadi harga-harga ini nanti bakal berbeda dengan yang dipatok pemerintah.

Hm, kalau kamu, setuju dengan program vaksinasi booster berbayar ini nggak, Millens? (Med, Rep, Kon/IB09/E05)