BerandaHits
Jumat, 27 Feb 2026 17:31

Matematika Sulit? Bisa Jadi Karena Otakmu 'Gagal Move On' dari Kesalahan

Matematika Sulit? Bisa Jadi Karena Otakmu 'Gagal Move On' dari Kesalahan

Bagi sebagian orang, matematika nerupakan pelajaran sulit. (new.yesdok)

Matematika sering jadi "monster" di sekolah, tapi riset terbaru Stanford University mengungkap fakta unik. Kesulitan Matematika ternyata bukan cuma soal gagal hitung, melainkan tentang cara otak merespons kesalahan. Ternyata, kunci jagonya ada pada kemampuan evaluasi dan ganti strategi!

Inibaru.id - Pernah nggak sih kamu merasa sudah belajar mati-matian tapi rumus Matematika tetap terasa kayak bahasa alien? Atau mungkin kamu punya teman yang kalau salah hitung, bukannya makin paham malah makin bingung?

Ternyata, musuh terbesar dalam Matematika bukan cuma angka atau rumus yang njlimet, Gez. Riset terbaru dari Stanford University mengungkap kalau masalahnya ada pada cara otak kita "berteman" dengan kesalahan.

Selama ini banyak yang mengira kalau nggak jago Matematika itu berarti kurang pintar berhitung. Tapi, studi yang dipimpin oleh Hyesang Chang dan dipublikasikan di Journal of Neuroscience (9/2) bilang hal lain. Ternyata, kunci jago Matematika itu terletak pada seberapa cepat otak kamu mengevaluasi kesalahan dan mengubah strategi.

Bukan Cuma Kejar 'Benar'

Bisa jadi, kesulitan dalam mengerjakan matematika adalah akibat dari otak yang sulit melupakan kesalahan. (Thinkstock)
Bisa jadi, kesulitan dalam mengerjakan matematika adalah akibat dari otak yang sulit melupakan kesalahan. (Thinkstock)

Dalam riset ini, anak-anak diminta mengerjakan tugas simpel yaitu memilih angka mana yang lebih besar. Para peneliti nggak cuma melihat skor akhir mereka, tapi mengamati prosesnya lewat model pembelajaran khusus.

Hasilnya? Anak-anak yang jago Matematika punya pola "belajar dari pengalaman". Begitu mereka salah, otak mereka langsung putar otak, menyesuaikan strategi, dan jadi lebih konsisten di soal berikutnya.

Nah, beda ceritanya sama anak-anak yang kesulitan Matematika. Bukannya memperbaiki cara berpikir, mereka cenderung mengulangi pola yang sama meski sudah salah berkali-kali. Alhasil, performa mereka jadi nggak stabil.

Aktivitas Otak yang 'Malu-Malu'

Lewat pemindaian otak, terungkap kalau anak-anak yang sulit belajar Matematika punya aktivitas yang lebih lemah di area otak yang bertugas memantau kinerja dan adaptasi perilaku.

Jadi, masalahnya bukan cuma soal angka 7 + 5 = 12, tapi soal kemampuan kognitif yang lebih luas, yaitu:

  • Memantau proses berpikir sendiri (self-monitoring).
  • Menyesuaikan strategi saat menemui jalan buntu.
  • Kemampuan mengevaluasi hasil kerja secara mandiri.

“Gangguan ini mungkin berlaku lebih luas, tidak hanya pada keterampilan numerik, tetapi juga pada kemampuan kognitif lain,” jelas Hyesang Chang.

Temuan ini jadi tamparan halus buat dunia pendidikan kita yang seringkali cuma fokus pada hasil akhir "benar" atau "salah". Padahal, yang lebih penting adalah bagaimana melatih otak untuk berefleksi: "Tadi salahnya di mana ya? Berarti cara ini nggak berhasil, coba cara lain deh!"

Jadi, buat kamu yang masih merasa musuhan sama angka, jangan langsung menyerah. Mungkin kamu cuma perlu melatih fleksibilitas berpikir dan nggak perlu takut buat bikin kesalahan, selama kamu mau mengevaluasinya. (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved