Inibaru.id – Konflik di Timur Tengah yang berimbas pada penutupan Selat Hormuz memberikan dampak yang nggak main-main, yaitu terganggunya distribusi minyak di seluruh dunia. Sejumlah negara pun mengaku khawatir akan mengalami dampak buruk akibat hal ini, termasuk Indonesia. Apalagi, kebutuhan BBM biasanya akan melonjak pada arus mudik Lebaran 2026 nanti.
Memang, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat menyebut stok BBM di Indonesia hanya cukup untuk 20 hari ke depan. Tapi, hal ini justru bikin banyak orang khawatir andai konflik di Timur Tengah nggak kunjung berhenti. Apalagi, negara lain seperti Jepang juga mengungkap kekhawatiran yang sama meski cadangan BBM-nya masih ada sampai 254 hari ke depan.
Tapi, sebenarnya kok bisa sih cadangan minyak Indonesia sangat sedikit jika dibandingkan dengan cadangan minyak Jepang? Usut punya usut, ternyata memang secara aturan, standar minimal cadangan nasional kita memang segitu, Gez.
“Daya tampung BBM kita juga maksimal hanya di 25 hari, dan minimal 20 hingga 23 hari. Itu standar minimal cadangan nasional secara aturan. Kenapa nggak bisa lebih seperti misalnya 60 hari? Mau ditaruh di mana kalau storage-nya nggak ada?” ungkap Bahlil sebagaimana dinukil dari Kemensetneg RI.
Yang pasti, Bahlil menjamin pasokan BBM Indonesia untuk 1 sampai 2 bulan ke depan masih nggak ada masalah. Pemerintah juga nggak tinggal diam dengan adanya potensi terganggunya distribusi minyak global.
Beberapa solusi sudah disiapkan seperti membangun sejumlah sarana penyimpanan minyak tambahan di Sumatera. Harapannya, hal ini bisa bikin kapasitas penyimpanan minyak bisa naik jadi 90 hari, Gez.
Nggak hanya Kementerian ESDM yang minta masyarakat nggak panik berlebihan, Pertamina selaku pengendali distribusi BBM di Tanah Air juga. Mereka pun meminta masyarakat nggak memborong BBM secara berlebihan.
“Sejauh ini distribusi aman dan lancar. Kami juga tetap memastikan ketahanan pasokan terus terjaga. Jadi, kami harap masyarakat nggak perlu panik dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan saja,” saran Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi dalam rilisan resminya pada Kamis (5/3/2026).
Meski begitu, sejumlah warga mengaku tetap khawatir akan mengalami masalah kelangkaan BBM di kemudian hari. Salah satunya adalah Ranto, warga Kota Semarang.
“Masalahnya kendaraan yang saya miliki cuma sepeda motor. Nggak mungkin beli lebih banyak dari Rp50 ribu dan paling itu hanya bisa bertahan semingguan. Jadi mau panic buying gimana juga caranya? Semoga saja pas mudik nanti nggak ada masalah sama sekali,” ungkapnya pada Jumat (6/3).
Yap, semoga saja pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah mitigasi terbaik karena jika sampai krisis energi terjadi, yang mengalami kerugian tentu saja masyarakat. (Arie Widodo/E07)
