Jernih dan Bersih, Cerita Sungai Berkeramik di Pulau Seram

Jernih dan Bersih, Cerita Sungai Berkeramik di Pulau Seram
Sungai berkeramik di Desa Sawai, tetap jernih dan bersih meski dekat dengan permukiman. (versesofuniverse.blogspot)

Foto-foto sungai berkeramik di Desa Sawai, Pulau Seram, Maluku, viral di media sosial. Sungai ini terlihat jernih dan bersih meski dekat dengan permukiman. Kontras dengan sungai-sungai di Indonesia yang kebanyakan kotor jika dekat dengan manusia.

Inibaru.id – Kalau lokasinya dekat dengan permukiman, biasanya sih sungai-sungai di Indonesia bakal kotor dan penuh dengan sampah. Hanya, sungai yang satu ini beda. Sungai di Pulau Seram ini bahkan ada di persis sebelah rumah-rumah warga, namun sangat bersih, jernih, dan bahkan berkeramik, lo!

Cerita soal sungai berkeramik di Pulau Seram ini viral usai akun Facebook milik Putra Teratai mengunggahnya. Foto-foto sungai ini sangat jernih sehingga membuat warga tak ragu untuk mandi, berenang, dan melakukan aktivitas lainnya laksana sedang bermain-main di kolam renang atau wahana air.

Sungai yang sangat berbeda dengan kebanyakan sungai di Indonesia ini ada di Desa Sawai, Pulau Seram, pulau yang ada di seberang Ambon.

Nama sungainya adalah Sungai Asinahu. Saking kerennya sungai ini, sampai-sampai Desa Sawai pun dinobatkan jadi salah satu desa wisata andalan di sana.

Bagaimana Bisa Sungai Dikeramik?

Sebenarnya sih ya, nggak seluruh bagian sungai ini dikeramik. Namun, di bagian sisinya saja yang dikeramik, tepatnya yang ada di dekat rumah-rumah warga. Selain membuatnya terlihat lebih rapi, adanya keramik beton ini membuat warga, khususnya anak-anak lebih mudah untuk bermain dan menikmati aliran air sungai dengan aman.

Nah, warganet sempat bingung bagaimana bisa sungai ini dibeton dan dikeramik. Logikanya, kalau membetonnya, pasti sungai ini harus kering dulu, kan, Millens?

Desa Sawai dari atas. Terlihat sangat indah karena dikelilingi perbukitan dan lautan. (versesofuniverse.blogspot)
Desa Sawai dari atas. Terlihat sangat indah karena dikelilingi perbukitan dan lautan. (versesofuniverse.blogspot)

Ceritanya begini, Millens. Sebelum dibeton dan dikeramik, warga membuat aliran sungai lain dulu sebagai tempat aliran sungai alternatif. Nah, saat sungai mengalir ke aliran buatan, aliran sungai asli jadi kering sehingga bisa diperbaiki. Usai perbaikan selesai, aliran sungai pun dikembalikan seperti semula.

Mengenal Lebih Dalam Desa Sawai

Kalau kamu penasaran lebih banyak soal Desa Sawai, desa ini masuk dalam wilayah Taman Nasional Manusela. Desa ini dikenal luas sebagai desa tertua di Maluku dan dikeliling pulau-pulau kecil nan cantik. Nah, warga sini yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan ternyata juga tahu cara untuk merawat lingkungannya.

Bagi mereka, semakin baik kondisi alam, semakin terjaga flora dan fauna. Dampaknya, mereka bakal semakin mudah dalam mencari nafkah. Hm, pola pikir yang keren, ya?

Lokasi Desa Sawai dekat dengan teluk dan dikelilingi oleh perbukitan hijau yang masih asri. Nah, perumahan warga mereka juga dialiri oleh sungai yang masih asri. Mereka nggak membiarkan sungai ini jadi kotor karena sampah manusia.

Nah, dengan adanya sungai yang berkeramik ini, lingkungan mereka pun jadi asri dan unik. Ada yang bahkan menyebutnya seperti berada di Venezia atau desa-desa di Belanda yang dipenuhi kanal-kanal yang cantik.

Duh, jadi tertarik buat mengunjungi Desa Sawai, ya Millens. (Boo/IB09/E05)