Ironi Mudik Dilarang, Tapi Wisata Dibolehkan

Ironi Mudik Dilarang, Tapi Wisata Dibolehkan
Mudik lebaran 2021 dilarang, tapi wisata tetap jalan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Pemerintah melarang mudik 2021, namun membolehkan warganya melakukan wisata dan mengunjungi pusat keramaian. Ironi di balik penanganan Covid-19 yang masih setengah-setengah?

Inibaru.id – Kamu pasti sudah tahu kalau mudik dilarang, kan Millens. Layaknya pada 2020, nggak ada orang yang boleh mudik meskipun banyak yang sudah melakukan pulang kampung sebelum masa mudik. Satu hal yang pasti, tujuan dari larangan ini adalah demi menekan penularan Covid-19 yang memang tak kunjung mereda di Indonesia.

“Ditetapkan bahwa tahun 2021, mudik ditiadakan,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy, Jumat (26/3/2021).

Larangan mudik 2021 ini berlaku bagi siapa saja, tanpa terkecuali mulai 6 sampai 17 Mei 2021. Selama 12 hari itu, pergerakan manusia juga bakal dibatasi demi memastikan nggak banyak orang yang melakukan perjalanan jauh atau bahkan pulang kampung.

Menariknya, respons dari Menparekraf Sandiaga Uno terhadap pernyataan Muhadjir ini sedikit berbeda. Pada Kamis (1/4), Sandi memang sudah mengadakan pertemuan dengan Angela Tanoesoedibjo dan Muhadjir untuk membahas keputusan ini. Sandi mengaku pihaknya siap menangkap peluang usaha selama kebijakan larangan mudik ini ditetapkan. Alhasil, wisata tetap dibuka, termasuk di waktu-waktu di mana larangan mudik berlaku.

Wisata tetap jalan demi menggairahkan sektor pariwisata. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Wisata tetap jalan demi menggairahkan sektor pariwisata. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

“Peniadaan mudik Lebaran berlaku, tapi nadi wisata tetap harus berdenyut, tak boleh berhenti,” ujar Muhadjir.

Alasannya, pemerintah tetap ingin membuat dunia pariwisata tetap bergairah. Mereka juga ingin menjaga sektor ekonomi nasional tetap berjalan, khususnya bagi industri kreatif di daerah.

Hal yang senada juga diungkap Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Gara-gara larangan mudik ditetapkan, dia berharap warga justru membanjiri pusat keramaian seperti tempat wisata. Meski begitu, dia menekankan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

Sandi memastikan bahwa koordinasi yang dia lakukan nggak hanya terbatas dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saja. Dia mengaku akan melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak yang berpotensi bisa mendukung gairah pariwisata di masa Lebaran 2021 ini.

Wah wah, cukup ironis mengingat wisata di masa pandemi juga berisiko menyebabkan penularan Covid-19, ya Millens. Kalau menurut kamu, apakah larangan mudik 2021 ini bakal berguna jika wisata justru tetap diperbolehkan oleh pemerintah, Millens? (Det/IB09/E05)