Heboh Alun-alun Utara Yogyakarta Dijual, Ternyata Begini Faktanya

Heboh Alun-alun Utara Yogyakarta Dijual, Ternyata Begini Faktanya
Alun-alun Utara Yogyakarta dijual. (Media Indonesia/Yaya Ulya)

Belakangan ini muncul kabar kalau Alun-alun Utara Yogyakarta dijual. Padahal, Alun-alun Utara Jogja ini masuk wilayah Keraton Yogyakarta. Lantas, siapa yang menjualnya?

Inibaru.id – Warganet Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dihebohkan dengan kabar Alun-alun Utara Yogyakarta dijual. Padahal, Alun-alun yang lokasinya tersambung dengan Keraton Yogyakarta ini sudah kadung ikonik dengan Kesultanan dan keistimewaan Jogja. Lantas, apakah area ini memang benar-benar dijual?

Saking uniknya Jogja, ada banyak wilayah yang sebenarnya masih dikuasai keraton meski sudah jadi permukiman penduduk. Sebutannya sih Sultan Ground. Khusus untuk Alun-alun Utara, dibiarkan jadi lapangan kosong dengan pohon besar di dalamnya seperti halaman depan dari Keraton Jogja.

Biasanya sih ya, setiap tahun Alun-alun Utara jadi lokasi perayaan Sekaten. Area yang biasanya kosong jadi meriah dan penuh dengan berbagai wahana seperti pasar malam. Hanya, kini Alun-alun Utara diberi pagar keliling sehingga terkesan memberi batas kepada masyarakat yang kini nggak lagi leluasa untuk memasukinya.

Balik lagi soal isu Alun-alun Utara Yogyakarta dijual. Ternyata, yang mengunggah informasi menghebohkan ini adalah akun Twitter @ridlwanjogja. Untungnya sih, area ikonik ini nggak beneran dijual di dunia nyata karena dijual di Metaverse.

Hal yang sama juga diungkap warga Bantul Hendy Prasetyo. Dia mengecek situs Next Earth serta Eart 2. Saat membuka fitur ‘Buy Land’, muncul informasi kalau Alun-alun Utara Yogyakarta dijual lengkap dengan harganya, di Metaverse tentunya.

Alun-alun Utara Yogyakarta dijual di Metaverse. (Twitter.com/Harian_Jogja)
Alun-alun Utara Yogyakarta dijual di Metaverse. (Twitter.com/Harian_Jogja)

Meski terkesan sebagai hal yang wajar mengingat Metaverse memang sedang populer belakangan ini, sementara bentuk fisik dari Alun-alun Utara masih tetap jadi hak milik Keraton Yogyakarta, Hendy menyebut bisa jadi dalam beberapa tahun ke depan, hal ini akan jadi masalah, tepatnya berupa penyimpangan pemanfaatan lokasi tersebut secara virtual.

“Hal ini sebenarnya baru bisa dirasakan 5-10 tahun ke depan. Maka dari itu, harus ada regulasi untuk mengantisipasi dan menyikapinya,” ungkap Hendy, Selasa (4/1/2022).

Pihak yang menjual Alun-alun Utara Jogja secara virtual adalah akun Yofhiant. Harganya mencapai 1,32 USD Tentra (USDT). Di masa depan, di mana dunia virtual diprediksi bakal semakin berkembang, bisa jadi lokasi virtual dari Alun-alun Utara Yogyakarta ini bakal disewakan jadi tempat pameran virtual, lokasi pertandingan gim, dan berbagai event lainnya.

Pemilik dari tempat virtual ini tentu bakal diuntungkan dengan adanya acara-acara yang bisa disewa dengan mata uang kripto tersebut. Padahal, aslinya lokasi ini adalah tempat yang sudah kadung erat terkait dengan budaya Kesultanan Yogyakarta.

Jika Keraton Jogja ingin memanfaatkannya di dunia virtual di masa depan, mau nggak mau harus membayarnya ke pemilik lahan virtual tersebut. Bukankah hal ini cukup ironis, bukan?

Jadi, meski hanya di dunia Metaverse, isu Alun-alun Utara Yogyakarta dijual ini harus disikapi dengan serius, Millens. Bisa jadi, lokasi-lokasi ikonik lainnya di sana juga bisa dijual,lo.  (Kum/IB09/E05)