Gara-gara Perubahan Iklim, Banyak Pasangan Burung Albatross Bercerai!

Gara-gara Perubahan Iklim, Banyak Pasangan Burung Albatross Bercerai!
Banyak pasangan albatross bercerai gara-gara perubahan iklim. (Flickr/ Ed Dunens)

Burung Albatross dikenal sebagai hewan yang menganut perkawinan monogami alias hanya punya satu pasangan seumur hidup. Hanya, gara-gara perubahan iklim, banyak burun albatross bercerai. Lo, kok bisa, sih?

Inibaru.id - Burung albatross dikenal sebagai salah satu dari sedikit hewan monogami. Maksudnya, mereka melakukan perkawinan dengan satu pasangan seumur hidupnya. Hanya, gara-gara perubahan iklim, banyak burung albatross bercerai. Para peneliti pun cukup terkejut dengan perubahan perilaku ini.

Para peneliti dari lembaga sains dan lingkungan Royal Society dari Britannia Raya mengaku cukup heran dengan perubahan siklus kawin burung albatross. Bahkan, kini banyak burung albatross yang nggak lagi kawin dengan satu pasangan saja. Mereka pun menyalahkan suhu bumi yang makin panas sebagai salah satu pemicunya.

Jadi gini, Millens, suhu panas nggak hanya dirasakan di daratan, lo. Suhu permukaan air laut juga ikut-ikutan menghangat dan mempengaruhi jumlah ikan di lautan. Padahal, ikan inilah yang jadi makanan utama dari albatross.

Albatross semakin kesulitan mendapatkan makanan. Ditambah dengan suhu udara yang makin meningkat, hal ini membuat mereka mudah stres. Dampak lain yang mereka dapatkan adalah terjadi perubahan keseimbangan hormon.

Albatross jantan yang kesulitan berburu pun harus terbang lebih jauh mendapatkan ikan-ikan mangsanya. Mereka pun semakin lama meninggalkan pasangannya. Pada akhirnya saat musim kawin, mereka justru memilih pasangan baru.

Pasangan jantan albatross semakin sulit berburu ikan sehingga meninggalkan pasangannya lebih lama. (Flickr/

James Preston)
Pasangan jantan albatross semakin sulit berburu ikan sehingga meninggalkan pasangannya lebih lama. (Flickr/ James Preston)

Bahkan, banyak albatross betina yang stres ditinggal terlalu lama pasangannya dan akhirnya nggak nyaman atau bahkan menyambut pasangannya saat mereka pulang dari perburuan. Hal ini ikut mempengaruhi perubahan pola kawin burung-burung ini.

Fakta mengejutkan ini terkuak usai peneliti mengobservasi kawanan albatross di Kepulauan Falkland, salah satu wilayah jauh Britania Raya di selatan Samudra Atlantik, dekat dengan Argentina. Albatross memang biasanya ditemukan di bagian selatan bumi, khususnya di selatan Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik.

Sebelumnya, albatross punya ritual unik. Para betina bisa merayakan pulangnya pasangannya dari perburuan di samudra. Hal ini membuat mereka bisa terus mempertahankan tradisi monogami. Sayangnya, keunikan ini sepertinya sudah berakhir.

Dampak dari perubahan pola kawin burung ini juga mempengaruhi populasi albatross, lo. Sejak 2005, angka kelahiran burung ini terus menurun setidaknya 5-10 persen setiap tahun. Duh, semoga saja burung ini nggak jadi langka atau bahkan punah, ya?

Hm, kira-kira, masih ada nggak ya hewan monogami selain albatross di dunia ini? (Vic/IB09/E05)