Duh, 70 Persen Air Rumah Tangga Indonesia Tercemar Tinja!

Duh, 70 Persen Air Rumah Tangga Indonesia Tercemar Tinja!
Duh, 70 persen sumber air rumah tangga sudah tercemar tinja. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Duh, menurut data UNICEF dan Kemenkes, 70 persen air rumah tangga di Indonesia yang dikonsumsi masyarakat tercemar tinja. Nggak cuma menjijikkan, hal ini bisa mempengaruhi kesehatan, lo!

Inibaru.id – Badan PBB UNICEF mengeluarkan laporan terkait dengan kondisi air rumah tangga di Indonesia. Secara mengejutkan, ditemukan fakta kalau 70 persen dari total 20 ribu sampel air rumah tangga yang dikonsumsi, termasuk sebagai minuman sehari-hari, ternyata sudah tercemar tinja. Duh!

Data ini diambil dari studi berjudul Kualitas Air Minum Rumah Tangga dari Kemenkes RI pada 2020 lalu. Hal ini membuat kasus diare dan masalah kesehatan lainnya di Indonesia cukup tinggi.

UNICEF pun menyatakan keprihatinannya dengan isu ini dengan menggelar kampanye sanitasi aman pada Selasa (8/2/2022) lalu dengan tajuk yang cukup menjijikkan #DihantuiTai. Meski tajuknya bisa bikin nggak nyaman, sebenarnya sesuai dengan isu yang diangkat. Selain itu, UNICEF ingin masyarakat semakin mengerti tentang sanitasi aman dan berbagai dampak buruk dari pencemaran tinja ke sumber air, khususnya ke masalah kesehatan masyarakat.

Salah satu kampanye yang diserukan UNICEF terhadap masyarakat Indonesia adalah setidaknya mulai rajin menguras septic tank sekali dalam tiga atau lima tahun. Tujuannya? Tentu saja demi mencegah pencemaran lingkungan, Millens.

Menariknya, sebenarnya dalam beberapa waktu belakangan, masyarakat Indonesia sudah mulai mengalami peningkatan kualitas sanitasi dasar. Contohlah, sarana toilet dan septic tank tertutup sudah jauh lebih banyak. Pemberian jarak antara sumber air dan septic tank juga sudah diperhatikan. Bahkan, lokasi septic tank juga diperhatikan sehingga nggak akan mudah mencemari sumber air di sekitarnya.

Sumber air untuk dikonsumsi di Indonesia sudah banyak yang tercemar. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Sumber air untuk dikonsumsi di Indonesia sudah banyak yang tercemar. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Sayangnya, hal ini cukup sulit diterapkan di perkotaan. Jarak rumah yang rapat membuat banyak lokasi sumber air untuk konsumsi rumah tangga berdekatan dengan septic tank. Alhasil, sumber air tersebut rentan tercemar.

Selain itu, masih ada sebagian rumah tangga yang membuang limbah rumah tangga dan limbah kamar mandinya ke parit, selokan, hingga sungai. Dampaknya, aliran air pun jadi tercemar. Hal ini juga bisa berujung pada pencemaran sumber air tanah.

Mengingat air sangat penting bagi kesehatan, khususnya anak-anak, sebaiknya kita mulai memperhatikan lagi septic tank, saluran pembuangan, hingga sumber air di sekitar kita. Sebisa mungkin, kita nggak mencemarinya sehingga apa yang kita minum berada dalam kondisi bersih dan sehat.

Kalau di tempatmu, apakah sumber airnya masih terjaga, Millens? (Cnn/IB09/E05)