Inibaru.id - Kita tentu ingin menyajikan makanan yang sehat dan baik bagi anggota keluarga. Tapi, nggak hanya bahan makanan berkualitas saja yang mesti kita perhatikan. Di dapur, kita juga harus mengecek peralatan-peralatan, apakah masih layak digunakan atau nggak.
Peralatan dapur umumnya terbuat dari bahan-bahan seperti plastik, stainless , logam, silikon, hingga kayu. Beberapa di antaranya bisa saja sudah terlalu usang dan justru akan menimbulkan masalah kesehatan jika tetap kita gunakan.
Baca Juga:
Tips Mencegah Kecoak Masuk ke DapurDilansir dari Mashed, peralatan dapur berikut ini sebaiknya kamu "pensiunkan" untuk mencegah hal buruk terjadi. Apa saja itu?
1. Spon Cuci Piring
Spons cuci piring digunakan untuk membersihkan permukaan alat makan yang kotor. Penting mengganti spons secara berkala agar peralatan makan tetap higienis.
Spons yang nggak diganti bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Lingkungan spons yang lembab ini bisa menjadikannya tempat yang sempurna bagi bakteri, seperti E. coli dan Salmonella.
Cara terbaik adalah mengganti spons seminggu sekali untuk memastikan kebersihan dapur yang optimal. Alternatifnya, pertimbangkan untuk beralih ke kain lap atau scrubber yang dapat digunakan kembali, yang lebih mudah dibersihkan dan nggak rentan terhadap pertumbuhan bakteri.
2. Wajan Antilengket
Wajan antilengket memiliki lapisan agar dapat memasak dengan mudah tanpa minyak atau butter. Lapisan itu berasal dari senyawa bernama polytetrafluoroethylene (PTFE).
Proses memasak akan tetap baik jika wajan yang digunakan nggak memiliki goresan. Jika wajan yang kamu miliki itu sudah tergores permukaannya, sebaiknya jangan gunakan lagi, karena bisa menciptakan celah-celah kecil tempat bakteri berkembang baik.
Celah tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit bawaan berkembang di makanan. Selain itu, goresan ini dapat mengganggu integritas lapisan antilengket, sehingga menyebabkan makanan gosong dan terlepasnya bahan kimia berbahaya.
3. Peralatan Plastik
Dari sekian banyak material untuk peralatan memasak, sebaiknya kamu hindari pemakaian alat memasak plastik.
Saat peralaatan masak plastik terkena suhu di atas 70 derajat Celsius, maka racun yaang disebut oligomer bisa mudah berpindah ke dalam makanan yang dimasak. Konsumsi oligomer tersebut telah dikaitkan dengan masalah hati dan tiroid, serta peningkatan risiko kanker.
4. Cangkir Retak
Cangkir digunakan untuk menikmati minuman yang hangat. Jika terlalu sering menggunakannya memang bisa menyebabkan retakan kecil. Sebaiknya jangan digunakan lagi kalau memang cangkir sudah retak.
Barang pecah belah yang terkelupas menimbulkan tepian yang bergerigi. Ini bisa menjadi tempat bakteri bersembunyi, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi selama persiapan dan penyajian makanan.
5. Bumbu yang Sudah Lama
Bumbu kering kerap disimpan dalam waktu yang lama. Meski tetap bisa dipakai untuk membumbui makanan, sebaiknya buang saja dan menggantinya yang baru.
Jika sudah melewati batas waktu yang telah ditentukan, bumbu itu bisa menjadi nggak enak rasanya dan aromanya hilang. Apalagi jika kelembapan masuk ke dalam stoples, bisa menyebabkan bumbu bubuk menjadi keras atau menggumpal.
Nah, ayo mulai perhatikan kesehatan anggota keluargamu dengan mensortir peralatan dapur, ya! Jika sudah banyak yang harus dibuang, mungkin sekaranglah saatnya kamu harus belanja perabotan. (Siti Khatijah/E07)