inibaru indonesia logo
Beranda
Hits
Bulan Puasa, Kenapa Kita Justru Sering Bokek?
Rabu, 22 Mar 2023 15:00
Bagikan:
Ilustrasi: Banyak yang mengeluhkan kehabisan uang atau pengeluaran membengkak pada bulan puasa. (Sampaijauh/Istock)

Ilustrasi: Banyak yang mengeluhkan kehabisan uang atau pengeluaran membengkak pada bulan puasa. (Sampaijauh/Istock)

Seharusnya, puasa adalah waktu yang tepat untuk menyisihkan sedikit uang untuk tabungan. Kenyataannya, di Bulan Ramadan kita malah sering merasa bokek. Kenapa bisa begitu?

Inibaru.id - Saat Bulan Ramadan, aktivitas makan kita cenderung berkurang karena hanya ada pada dua waktu, yakni saat sahur dan berbuka. Idealnya, kita menjadi bisa menyimpan sebagian uang karena alokasi untuk belanja bahan makanan berkurang. Kenyataannya, banyak yang mengeluhkan kehabisan uang atau pengeluaran membengkak pada bulan puasa.

Tenang, nggak perlu menyalahkan diri sendiri dan menganggap nggak berhasil mengelola keuangan, ya. Ketahui dulu sebabnya sehingga kamu bisa mengatasinya. Lalu, kira-kira apa sebabnya kita nggak bisa berhemat, bahkan cenderung besar pasak daripada tiang saat Ramadan? Ini hal-hal yang biasanya menyebabkan kita kehabisan uang sebelum jatah bulanan berikutnya tiba.

1. Harga Kebutuhan Pokok Naik

Sudah jadi 'tradisi', menjelang Ramadan dan Ramadan awal harga berbagai kebutuhan pokok selalu naik. Setelah itu sedikit turun dan biasanya akan meningkat lagi sebelum Lebaran.

Kenaikan harga ini dipicu karena tingginya permintaan pasar, sementara pasokan yang ada tetap dalam jumlah yang sama. Sebut saja minyak goreng, gula pasir, daging ayam, daging sapi, cabai-cabaian, dan sebagainya.

Jika biasa menyiapkan makanan sendiri di rumah, maka pengeluaran kamu pasti akan membengkak karena harga kebutuhan pokok yang lebih mahal di pasar. Pun dengan yang suka makan di luar, harga jual makanan siap santap pun ikut naik.

2. Diskon dan Promo Ramadan

Ilustrasi: Belanja impulsif bisa membuat masalah keuangan muncul di pertengahan bulan atau setelah lebaran. (Pixabay/Hutchrock/Putu Elmira)
Ilustrasi: Belanja impulsif bisa membuat masalah keuangan muncul di pertengahan bulan atau setelah lebaran. (Pixabay/Hutchrock/Putu Elmira)

Bulan Ramadan hingga menjelang lebaran biasanya dipenuhi beragam promo dan diskon Ramadan. Menggoda? Tentu saja, sehingga sering membuat orang kalap berbelanja.

Karena ada promo, barang yang nggak terlalu penting pun dibeli. Itu karena kita nggak bisa menahan hasrat belanja atau ada dorongan lain untuk membeli, seperti ingin pamer ke tetangga, flexing di media sosial, dan lainnya.

Akibat dari belanja impulsif ini, masalah keuangan muncul di pertengahan bulan atau setelah lebaran. Jadi, pastikan kamu bisa membedakan keinginan dengan kebutuhan, dan nikmati berbagai diskon Ramadan dengan bijak, ya.

3. Kalap Saat Berbuka Puasa

Menu buka puasa identik dengan berbagai makanan yang lezat dan selalu menggugah selera. Godaan untuk selalu membeli makanan buka puasa ini memang sulit untuk ditolak karena menjalani puasa sepanjang hari.

3. Acara Buka Bersama

Ilustrasi: Selektiflah dalam memilih dan mengikuti acara buka bersama agar pengeluaran bisa dikendalikan. (Shutterstock)
Ilustrasi: Selektiflah dalam memilih dan mengikuti acara buka bersama agar pengeluaran bisa dikendalikan. (Shutterstock)

Biasanya selalu saja ada ajakan untuk berbuka bersama atau bukber. Jika semua tawaran kamu iyakan, pastinya bisa memengaruhi keuanganmu, Millens. Apalagi biasanya bukber dilakukan di tempat-tempat yang cozy semacam kafe atau restoran yang harga makanannya menengah ke atas.

Yang perlu kamu lakukan adalah selektif dalam memilih dan mengikuti acara buka bersama agar pengeluaran bisa dikendalikan.

Nah, itu dia penyebab-penyebab yang mungkin membuat kita bokek di bulan penuh berkah. Untuk Bulan Puasa tahun ini cobalah mengubah kebiasaan itu. Ibadah puasa ini jadikan momentum untuk menahan diri nggak hanya dari lapar dan haus tapi dari keinginan menghamburkan uang. Oke? (Siti Khatijah)

Komentar

inibaru indonesia logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Social Media

Copyright © 2024 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved