Inibaru.id - Sepertinya kita harus lebih teliti lagi nih saat memilih wadah makanan dan minuman. Ada kabar yang cukup bikin dahi berkerut soal bahan kimia plastik bernama Bisfenol A (BPA). Ternyata, paparan zat ini sejak masih dalam kandungan nggak cuma berdampak sebentar, tapi bisa membekas seumur hidup!
Penelitian terbaru mengungkap kalau BPA bisa bikin sistem biologis cowok dan cewek jadi "tertukar" atau mengalami pergeseran sifat. Seramnya lagi, ini juga memicu risiko kanker hingga masalah kesuburan.
BPA adalah bahan kimia sintetis yang punya sifat mirip hormon estrogen. Zat ini biasanya nangkring di kemasan plastik makanan dan minuman. Meski sudah dilarang di beberapa produk, nyatanya kadar BPA dalam tubuh banyak orang masih sering melewati ambang batas aman.
Peneliti Thomas Lind baru saja merilis studi yang cukup mengejutkan lewat percobaan pada tikus. Hasilnya? Paparan BPA dosis rendah saat masa kehamilan bikin pola gen keturunannya berubah permanen sampai dewasa. Tikus betina menunjukkan pola gen yang biasanya ada pada jantan, begitu juga sebaliknya.
Kondisi Mirip Kanker dan Gangguan Metabolik
Dampak dari "pertukaran" pola gen ini nggak main-main, Gez.
- Pada Betina (Cewek): Terjadi proses maskulinisasi. Kondisi biologis mereka bergerak ke arah yang mirip dengan sel kanker.
- Pada Jantan (Cowok): Terjadi proses feminisasi. Mereka menunjukkan tanda-tanda sindrom metabolik yang berujung pada risiko diabetes dan penyakit jantung.
Bahkan dosis yang sangat kecil pun yang sebelumnya dianggap aman ternyata sudah cukup untuk mengacak-acak aktivitas gen tubuh kita.
Sistem Imun dan Hormon Ikut Terganggu
Nggak cuma soal penampilan biologis, sistem imun kita juga bisa kacau. Pada subjek jantan, sel imunnya jadi hiperaktif, sedangkan pada betina justru menurun drastis.
Yang paling bikin khawatir para perempuan, paparan BPA ini memicu kondisi yang mirip banget sama PCOS (Polycystic Ovary Syndrome). Ini adalah gangguan hormon yang sering jadi penyebab utama sulit hamil (infertilitas). Dalam darah subjek betina, ditemukan kadar insulin tinggi dan peningkatan hormon testosteron yang bikin kondisi tubuh jadi lebih "maskulin".
Saatnya Lebih Selektif!
Temuan ini memperkuat bukti kalau BPA adalah musuh nyata bagi kesuburan. Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) bahkan sudah menurunkan batas aman asupan BPA sampai 20.000 kali lipat karena saking bahayanya zat ini, meski dalam jumlah nanogram sekalipun.
Para peneliti mendesak pemerintah untuk memperketat aturan penggunaan BPA pada kemasan makanan. Langkah kecil kita untuk mulai mengurangi penggunaan plastik yang mengandung BPA bisa jadi investasi besar buat kesehatan di masa depan.
Mengingat efek BPA sangat mengerikan, mulai sekarang, yuk rajin cek label BPA-Free di botol minum atau wadah makanmu! (Siti Zumrokhatun/E05)
