Inibaru.id - Sebanyak 20 proposal film terpilih sebagai pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 yang digelar Kementerian Kebudayaan. Terdiri atas tujuh film panjang dan 13 film pendek, karya-karya tersebut akan mengangkat beragam kisah perjuangan bangsa Indonesia pada periode 1945-1950.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan program tersebut menjadi langkah afirmatif pemerintah untuk memperkuat genre film kepahlawanan dalam ekosistem perfilman nasional. Film dinilai dapat menjadi medium untuk menghadirkan kembali sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.
"Genre film kepahlawanan membutuhkan afirmasi agar semakin berkembang dalam ekosistem perfilman Indonesia," kata Fadli dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Menurut Fadli, film-film yang lahir dari program tersebut diharapkan tidak sekadar menghadirkan nilai kepahlawanan, patriotisme, nasionalisme, dan keteladanan. Karya-karya itu juga diharapkan dapat membantu mendekatkan generasi muda dengan sejarah Indonesia.
"Kita ingin film-film ini selain kuat secara artistik dan sinematik, tetapi juga berbasis riset dan akurat secara historis," ujarnya.
Lewati Seleksi Berlapis
Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 dibuka pada 10 Juli hingga 10 Agustus 2026. Selama periode tersebut, Kementerian Kebudayaan menerima 143 proposal yang terdiri atas 54 proposal film panjang dan 89 film pendek.
Seluruh proposal kemudian melewati beberapa tahapan seleksi, mulai dari pemeriksaan administrasi, penilaian proposal dan naskah, presentasi atau pitching, hingga rapat pleno dewan juri.
Penilaian mencakup kekuatan gagasan, kualitas dan relevansi cerita, kesiapan produksi, pendekatan sinematik, serta kesesuaian cerita dengan konteks perjuangan bangsa Indonesia pada 1945-1950.
Untuk menjaga keseimbangan antara aspek artistik dan sejarah, Kementerian Kebudayaan melibatkan sineas serta sejarawan dalam proses penjurian.
Perwakilan dewan juri kategori film panjang, Tesadesrada Ryza, mengatakan proposal yang masuk menunjukkan beragam sudut pandang dalam memaknai perjuangan bangsa.
"Proposal-proposal yang kami terima menunjukkan keragaman sudut pandang dan pendekatan kreatif dalam memaknai perjuangan bangsa," ujarnya.
Menurut dia, pemenang dipilih dengan mempertimbangkan kekuatan cerita, pendekatan sinematik, kesiapan produksi, serta potensi gagasan untuk dikembangkan menjadi film yang utuh dan bertanggung jawab.
Daftar 20 Film Pemenang
Berikut daftar proposal yang terpilih dalam Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026:
Film panjang:
- Barisan Penghibur
- Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama
- Rengasdengklok
- Kapalselam Kalibayam
- Sakura di Telawang
- Rai
- Pintu Tertutup
Film pendek:
Baca Juga:
Melihat yang Luput: Dari Kudus, Festival Film Anak Bangsa Menyalakan Ruang Bagi Cerita-Cerita Kecil- Arang Kobar Juang
- Belantara Raya
- Buleun Purnama, di Nanggroe
- Darah Djoeang
- Desing Peluru Tak Bertuan
- Ibu Raih
- Jam 7 Pagi (Makassar, 1947)
- Menara Terakhir
- Operasi Malino: Lembar yang Hilang
- Seriboe Soedirman
- Suara Republik
- Timur 1950
- Yang Tenggelam Saat Fajar
Melalui program tersebut, Kementerian Kebudayaan berharap film kepahlawanan dapat berkembang bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat literasi sejarah.
Film-film yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu memperkenalkan kembali berbagai kisah perjuangan kepada generasi muda dengan tetap mengedepankan riset, akurasi sejarah, serta pendekatan sinematik yang relevan dengan penonton masa kini. (Ike/E01)
