Spot Mancing Menantang di Semarang; Berisiko, tapi Bikin Senang!

Tiap pemancing punya spot favoritnya sendiri-sendiri di Semarang. Ada yang suka air tenang, tapi ada pula yang memilih menantang adrenalin dengan mencari tempat yang menantang.

Inibaru.id - Hari masih pagi ketika Mujib Irawan tiba di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang Utara, Kota Semarang. Sembari menyiapkan peralatan pancing, dia mengamati langit, kemudian bibir pantai yang berombak tenang. Setelahnya, dia memandang sekeliling, mencari kapal nelayan untuk disewa.

“Angin nggak terlalu besar, ombak tenang, awan juga cerah; kondisi ini paling cocok buat mancing ke Dam Ijo,” ujar pemuda asal Tambaklorok tersebut, Jumat (8/10/2021).

Nggak lama, Mujib menemukan seorang nelayan. Setelah merogoh kocek sekitar Rp 75 ribu, dia pun segera melaut dengan nelayan tersebut. Tujuannya adalah Dam Ijo, salah satu spot memancing terkenal di lepas pantai Semarang yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Pelabuhan Tanjung Emas.

Dam Ijo adalah bekas pemecah gelombang dari beton yang tertanam di dasar laut. Semula, Dam Ijo  merupakan bagian dari sabuk laut di pantai Semarang. Bentuknya memanjang, seperti bendungan dengan mercusuar berwarna hijau di ujungnya.

Menurut penuturan masyarakat setempat, spot memancing ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Selain melalui Pelabuhan Tanjung Emas, para pemancing juga bisa berangkat dari dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok.

Di kalangan para pehobi memancing di Kota Lunpia, tempat ini terbilang ekstrem dan berisiko karena orang-orang rawan tergelincir dan tercebur ke laut, khususnya saat air pasang. Pada kondisi tersebut, air laut memang akan merendam bendungan, membuat kita seolah berdiri di atas air.

Mujib juga mengetahui bahwa Dam Ijo sudah banyak memakan korban. Namun demikian, hal ini nggak menyurutkan niatnya memancing di tempat tersebut.  

“Justru sensasinya di situ; harus berdiri mempertahankan badan supaya nggak hanyut terbawa ombak, sembari fokus ke joran pancing apabila ada ikan yang kena umpan,” ujarnya begitu tiba di Dam Ijo.

Lelaki yang sudah 10 tahun menekuni hobi memancing itu mengaku selalu suka dengan tantangan baru, khususnya untuk urusan memancing. Dia memang sangat suka memancing karena menurutnya bisa menghilangkan penat setelah bekerja seharian, menyegarkan diri, dan lebih mendekatkan diri dengan alam.

Ikan di Dam Ijo besar-besar, jadi tarikannya luar biasa mantap,” terang Mujib antusias. "Di sini ada kakap merah, kerapu, tengiri, dan masih banyak lagi."

Banyak Spot Menarik di Semarang

Nggak semua orang berani memancing ke Dam Ijo, dengan iming-iming ikan besar sekali pun. Jika kamu termasuk pemancing yang nggak berani ke sana, kamu bisa kok tetap memancing di sekitar dermaga. Atau, kalau lebih suka memancing ikan air tawar, kamu bisa juga ke Kali Pleret.

Kali Pleret merupakan bagian dari Banjir Kanal Barat. Nah, spot paling menarik di tempat ini adalah di atas bendungan. Sebagian pemancing juga memilih berdidi di tengah sungai tepat di ujung grojogan bendungan. Tempat ini sebetulnya juga berisiko karena bisa saja air bah datang dan menyapu kita.

Arif Susilo, salah seorang pemancing yang suka mancing di Kali Pleret mengatakan, tempat ini berbahaya saat musim penghujan. Jadi, harus pintar-pintar memilih waktu dan melihat kondisi sekeliling. 

“Meski berisiko, yang namanya hobi pasti tetap dijalani dengan senang hati,” ujarnya, Kamis (7/10).

Selain di Banjir Kanal Barat, Arif juga mengaku pernah mencari lokasi ekstrem lain di aliran sungai Kaligarang. Kala itu, dia memancing di tengah sungai selebar sekitar 30 meter di Kabupaten Semarang. Oya, Kaligarang adalah sungai yang membelah Kabupaten Semarang dan Kota Semarang.

“Kalau di sungai Kaligarang spotnya juga lumayan ekstrem, banyak batu besar dan ikannya lumayan banyak," ujarnya sembari tetap fokus dengan joran di tangannya. "Risikonya sama, takut kalau tiba-tiba ada banjir bandang.”

Nggak hanya spot-spot tersebut, kamu juga bisa menemukan tempat menarik lain untuk memancing di Semarang. Jadi, silakan datang sendiri ya. Siapkan kail dan joran, mari berburu ikan di sini! (Triawanda Tirta Aditya/E03)