Tragis, Covid-19 di Indonesia Telah Renggut 545 Dokter dan 445 Perawat!

Tragis, Covid-19 di Indonesia Telah Renggut 545 Dokter dan 445 Perawat!
Lebih dari 500 dokter sudah gugur akibat pandemi Covid-19 di Indonesia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Nggak hanya pasien, para tenaga kesehatan (nakes) juga berisiko besar terpapar Covid-19. Faktanya, sudah ada 545 dokter dan 445 perawat yang gugur karena berjibaku mengatasi pandemi. 

Inibaru.id – Sejak awal 2020 hingga kini, Juli 2021, angka kasus kematian dokter yang berada di garis depan pertarungan dengan pandemi Covid-19 sangatlah tinggi. Tercatat, sudah ada 545 dokter yang gugur. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun meminta pemerintah lebih serius menangani pandemi agar korban nggak lagi berjatuhan.

Data 545 dokter yang meninggal ini berasal dari Maret 2020 sampai 17 Juli 2021 lalu. Bahkan, khusus untuk Juli 2021 ini saja, 114 dokter meninggal. Angka ini lebih dari dua kali lipat dari angka dokter yang meninggal akibat Covid-19 pada Juni 2021 yang mencapai 51 orang. Varian Delta yang menyebar dengan jauh lebih cepat ikut mempengaruhi kenaikan angka kematian ini.

Sebagian besar kasus kematian dokter karena Covid ada di Pulau Jawa. Realitanya, di pulau inilah penyebaran Covid-19 berlangsung dengan sangat cepat sehingga membuat rumah sakit penuh. Tenaga kesehatan (nakes) seperti dokter dan perawat pun kewalahan menangani banyaknya orang yang membutuhkan bantuan medis.

Kebanyakan dokter yang meninggal berjenis kelamin laki-laki. Mereka memang bertugas di area di mana para pasien Covid-19 diisolasi. Jumlah dokter perempuan yang bertugas di kawasan tersebut lebih sedikit.

Dokter umum jadi yang paling berisiko terpapar Covid-19 selama bertugas. Dokter lain yang memiliki risiko cukup tinggi adalah di bidang spesialis obstetric dan ginekologi, penyakit dalam, anak, dan bedah. Banyak dokter spesialis yang nggak diminta untuk menangani Covid-19 karena faktor usia dan memiliki penyakit sehingga mereka berisiko ikut jadi korban.

Nggak hanya dokter, perawat juga banyak yang gugur karena Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Nggak hanya dokter, perawat juga banyak yang gugur karena Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Masalahnya, di balik banyaknya pasien yang terus berdatangan ke rumah sakit, jumlah tenaga kesehatan yang menanganinya juga nggak ikut bertambah. Hal ini membuat beban kerja mereka pun jadi sangat tinggi. Dampaknya nggak main-main, lo Millens, mereka bisa kelelahan dan mengalami burnout. Padahal, hal ini bisa membuat sistem imun tubuh jadi ikut turun.

Selain dokter, perawat juga mengalami nasib setali tiga uang. Kalau menurut data Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) per 18 Juli 2021 lalu, sudah ada 445 perawat yang meninggal karena Covid-19. Pemicunya juga sama dengan yang dialami para dokter, yakni kelelahan fisik dan mental yang berimbas pada lemahnya daya tahan tubuh. Padahal, mereka bekerja di lokasi di mana penularan penyakit paling memungkinkan untuk terjadi.

IDI sebenarnya nggak diam saja melihat hal ini. Mereka sudah menerbitkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo pada Juni 2021. Isinya terkait kondisi fasilitas kesehatan yang kurang memadai dan beban kerja tenaga kesehatan yang sudah sangat berlebihan. Mereka pun meminta pemerintah melakukan kebijakan untuk mengendalikan pandemi agar sistem kesehatan Indonesia nggak sampai kolaps.

Kalau sampai para dokter dan tenaga kesehatan terus berguguran, dampaknya nggak main-main, lo, Millens. Nanti, siapa orang yang bisa merawat kita kalau membutuhkan bantuan kesehatan, apapun penyakitnya? Tetap jaga protokol kesehatan demi membantu menekan angka penularan Covid-19, ya? (Vic/IB09/E05)