Kasus Omicron Pertama di Indonesia Ditemukan pada Petugas RS Wisma Atlet

Kasus Omicron Pertama di Indonesia Ditemukan pada Petugas RS Wisma Atlet
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap kasus Covid-19 varian Omicron pertama di Indonesia. (Medcom)

Kasus Omicron pertama di Indonesia diungkap oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin. Kasus ini ditemukan pada petugas RS Wisma Atlet. Yang jadi masalah, ada 5 orang lain dengan status probable Omicron. Duh!

Inibaru.id – Apa yang dikhawatirkan akhirnya terjadi juga. Kasus Omicron pertama di Indonesia sudah terdeteksi sejak kemarin, Rabu (15/12/2021). Kasus varian Covid-19 ini ditemukan di seorang petugas RS Wisma Atlet yang bekerja di bidang kebersihan. Hal ini diungkap langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Budi menyebut sampel dari tim yang bertugas di Wisma Atlet diambil pada seminggu sebelumnya, tepatnya pada Rabu (8/12) lalu. Sampel ini dikirim ke Kemenkes untuk segera dicek dengan Whole Genome Sequencing. Dari tes inilah terdeteksi tiga orang positif Covid-19 dan satu orang dipastikan terpapar Covid-19 varian Omicron.

Menariknya, baik yang positif atau dipastikan terpapar varian Omicron, sama sekali nggak mengalami gejala layaknya batuk atau pilek. Bahkan, hasil tes PCR yang dilakukan kepada dua petugas kebersihan malah menunjukkan negatif Covid-19.

Yang jadi masalah, setidaknya ada lima orang yang kini statusnya adalah probable Omicron alias masih belum bisa ditentukan namun ada kemungkinan terpapar varian Omicron. Mereka adalah dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru saja pulang dari Amerika Serikat. Keduanya langsung diisolasi di Wisma Atlet. Tiga Warga Negara Tiongkok yang baru saja tiba di Manado mendapatkan status yang sama.

“WN China tersebut menjalani karantina di Manado,” ujar Budi di siaran pers hari ini, Kamis (16/12/2021).

Indonesia bukanlah negara satu-satunya di Asia Tenggara yang sudah mengumumkan kasus Omicron. Sebelumnya, Filipina juga sudah mengumumkan dua kasus varian tersebut. Selain itu, Thailand pada Senin (6/12) juga mengumumkan kasus pertama Covid-19 varian Omicron pada seorang Warga Negara Amerika Sarikat yang baru saja tiba di negara tersebut usai berkunjung ke Spanyol.

Perlu booster atau vaksin dosis ketiga untuk mencegah Covid-19 varian Omicron? (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Perlu booster atau vaksin dosis ketiga untuk mencegah Covid-19 varian Omicron? (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Malaysia juga sudah mengumumkan kasus pertama Omicron pada Jumat (3/12) pada seorang mahasiswa asing yang baru saja tiba dari Afrika Selatan sekitar dua minggu sebelumnya. Kini sang mahasiswa masih menjalani karantina. Yang bikin tambah rumit, sang mahasiswa tiba di Malaysia pada Jumat (19/11) usai transit di Singapura.

Nah, pihak Singapura pun juga melakukan pengecekan dengan ketat. Hasilnya, seorang penduduk tetap di negara tersebut berusia 44 tahun yang baru saja tiba dari Mozambik terkonfirmasi positif Covic-19 Omicron. Dia dilaporkan sempat melakukan perjalanan yang transit di Johannesburg, Afrika Selatan.

Vaksin Covid-19 Nggak Mampu Mencegah Varian Omicron?

Di Indonesia, sebagian warganya sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dari jenama Sinovac. Masalahnya, menurut penelitian yang dilakukan di Hong Kong, antibodi yang terbentuk dari vaksinasi Sinovac serta BioNTech nggak cukup untuk mencegah penularan varian Omicron ini.

Pemimpin penelitian dari Universitas Hong Kong, Prof Yuen Kwok-Yung, Prof Cheng Hong-Lin, serta Dr Kelvin To pun menyarankan siapa saja, khususnya yang sudah mendapatkan vaksinasi Sinovac untuk mendapatkan booster alias suntikan ketiga.

“Masyarakat disarankan mendapatkan dosis ketiga secepat mungkin sembari menunggu vaksin generasi berikutnya,” saran para peneliti, Rabu (15/12).

Duh, semoga saja kasus varian Omicron di Indonesia nggak sampai memicu dampak yang parah sebagaimana varian Delta lalu, ya? (Kat/IB09/E05)