Benarkah Hanya dengan Bernapas, OTG Keluarkan Droplet Virus Corona?

Benarkah Hanya dengan Bernapas, OTG Keluarkan Droplet Virus Corona?
Benarkah OTG sudah keluarkan droplet virus Corona hanya dengan bernapas? (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Ketua IDI Daeng Mohammad Faqih mengeluarkan pernyataan terkait dengan adanya anggapan orang tanpa gejala (OTG) sudah mengeluarkan droplet virus Corona hanya dengan bernapas. Benarkah?

Inibaru.id – Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih angkat bicara tentang meningkatnya kasus positif Covid-19 di Indonesia dengan drastis dalam beberapa waktu belakangan. Dia juga mengungkap kalau orang tanpa gejala (OTG) bisa saja keluarkan droplet virus Corona hanya dengan bernapas. Duh!

OTG adalah sebutan bagi orang-orang yang positif terpapar Covid-19 namun nggak mengalami gejala kesehatan yang parah. Andaipun mengalami gejala, cenderung ringan seperti flu atau masuk angin biasa. Masalahnya, di Indonesia sebenarnya banyak orang yang berstatus OTG namun nggak terdeteksi. Mereka juga tetap beraktivitas ke mana-mana, termasuk dengan nggak memakai masker atau alat pelindung lainnya.

“Para pakar juga mengatakan dia (OTG) bernapas sudah mengeluarkan droplet,” ujar Daeng, Sabtu (19/6/2021).

Bahkan, meski hasil tes menunjukkan negatif, para OTG ini juga tetap harus mendapatkan perhatian pakar kesehatan secara berkala karena masih berpotensi menularkan virus Corona.

Yang lebih bikin resah, Faqih menyebut penggunaan masker belum 100 persen memastikan OTG nggak menyebarkan droplet virus Corona. Ada sejumlah celah lain untuk penularan berupa aerosol alias bagian dari droplet yang keluar dari hidung, mulut, atau bahkan keringat. Bahkan, partikel aerosol ini bisa saja melayang-layang di udara selama 3 jam.

Melihat hal ini Faqih pun menyarankan masyarakat untuk lebih ketat dalam memakai masker. Dia juga lebih merekomendasikan penggunaan masker ganda. Selain itu, pemerintah juga diminta untuk mengeluarkan kebijakan lebih baik untuk mengendalikan virus Corona yang semakin ganas.

“Seharusnya, seluruh tempat selain melakukan prokes, harus ada strategi yang menjamin ruangan bersih dari aerosol-aerosol itu,” tegas Faqih.

Kebijakan pemerintah terkait Covid-19 diperlukan untuk menekan kasus. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Kebijakan pemerintah terkait Covid-19 diperlukan untuk menekan kasus. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Waspada Covid-19 Varian Delta

Belakangan ini Covid-19 varian Delta jadi pembahasan banyak orang. Hal ini disebabkan oleh varian Covid-19 dari India ini sudah ditemukan di Indonesia. Virus ini menular dengan lebih cepat dan bisa memperburuk kondisi kesehatan jauh lebih cepat dari varian lainnya.

Faqih bahkan menyebut virus ini bisa memberikan pengaruh bagi ibu hamil dan janin di dalam kandungannya. Anak yang sedang menyusu juga berisiko mengalami masalah kesehatan. Anak muda juga berisiko mengalami efek kesehatan yang serius jika terpapar varian Delta ini.

“Mungkin yang bergejala ini anak muda kurang menyadari jadi datang ke rumah sakit sudah gejala berat. Gejala berat itu angka kesembuhannya akan lebih kecil,” terang Faqih.

Faqih juga nggak merekomendasikan isolasi mandiri di rumah karena virus varian ini sangat mudah menular sehingga berpotensi bisa memicu klaster keluarga. Pemerintah daerah pun diminta untuk mempersiapkan lebih banyak tempat isolasi bagi pasien baru.

Soal penanganan, varian Delta bakal ditangani sebagaimana Covid-19 biasa. Jika bisa semakin cepat dirawat, semakin besar pula kemungkinan pasien untuk sembuh.

Selalu jaga protokol kesehatan agar nggak tertular Covid-19, Millens. (Kum/IB09/E05)