Gegap Gempita Para Perajin di Kampung Piala Kudus jelang Hari Merdeka

Gegap Gempita Para Perajin di Kampung Piala Kudus jelang Hari Merdeka
Pesanan piala di Dusun Ledok, Desa Demangan Kudus, mengalami peningkatan hingga 50 persen. (MI/Jamaah)

Sempat sepi pesanan karena pandemi, kini para perajin di Kampung Piala Kudus mulai banyak orderan jelang Hari Merdeka. 

Inibaru.id - Kampung Piala di Kudus sudah ada sejak lama. Disebut demikian karena kampung yang berlokasi di Dusun Ledok, Desa Demangan, kabupaten Kudus, Jawa Tengah itu punya banyak perajin piala yang siap menerima pesanan piala, plakat, dan tropi dari Kudus dan sekitarnya.

Bicara Dusun Ledok sebagai Kampung Piala nggak akan bisa meninggalkan nama Parwito. Dia adalah pelopor perajin piala di sana. Usaha yang sudah dirintis puluhan tahun silam, kini sudah di tangan generasi keduanya.

Jafar, putra sekaligus penerus usaha Parwito dalam menjalankan bisnisnya dibantu oleh enam pekerja. Berlokasi di gang sempit permukiman padat penduduk, Jafar memenuhi pesanan piala dari instansi pemerintahan, perkantoran, sekolah, dan kampung-kampung.

“Kalau bicara soal awal, perajin dari sini awalnya. Kemudian, banyak saudara dan tetangga yang juga membuat usaha pembuatan piala. Jadi, berkembanglah kampung piala yang dikenal masyarakat luas,” terang Jafar pada Kamis (12/8).

Pengusaha Berkurang karena Pandemi

Kini, jumlah perajin ada sekitar 25 orang. Jumlah tersebut berkurang akibat pandemi Covid-19. Saat itu hampir nggak ada kegiatan sehingga para perajin nggak menerima pesanan. Sepinya pesanan membuat mereka mengalami kesulitan untuk bertahan dan berkembang.

Sekarang, menjelang Hari Kemerdekaan RI seolah menjadi berkah tersendiri bagi para perajin piala. Pesanan mereka meningkat karena masyarakat banyak menggelar acara Agustus-an.

Alhamdulillah, sekarang sudah diperbolehkan ada lomba-lomba lagi. Ini membawa dampak positif bagi Dusun Ledok,” ucap Jafar.

Hingga kini, Jafar mengaku sudah mendapatkan puluhan pesanan piala. Dibanding HUT RI 2021, sekarang peningkatannya mencapai 50 persen. Bentuk piala yang dipesan pun beragam. Ada piala plastik susun, baik itu jenis kaki satu atau empat. Selain itu, piala akrilik juga cukup diburu.

“Kalau peningkatan pesanan itu sudah terjadi sejak akhir Juli lalu. Selain Dinas, banyak juga dari kelompok warga yang membuat kegiatan. Pemesan pun selain dari Kudus ada juga dari Pati, Jepara, Demak, Rembang, dan daerah lain di Jawa Tengah,” kata Jafar.

Ya, dua tahun lebih masa pandemi memang membuat semua usaha merasakan dampaknya. Untunglah kondisi kini semakin stabil sehingga bisnis-bisnis, termasuk usaha pembuatan piala, bisa kembali hidup dan berkembang. Ayo, bersemangat mencari cuan, Millens! (Medcom/IB20/E03)