Inibaru.id - Seiring dengan perkembangan zaman, zelenial atau gen-z, golongan yang selama ini dianggap sebagai "anak muda", saat ini rupanya nggak lagi sekadar menjadi penonton di dunia investasi.
Data dari Pegadaian menunjukkan bahwa sekarang mereka justru menjadi kelompok utama yang mendominasi sekaligus mendorong pertumbuhan tabungan emas di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari adanya lonjakan pengguna tabungan emas secara signifikan pada rentang usia sangat muda, yakni antara 18-27 tahun.
Pegadaian menyebutkan, nasabah yang termasuk golongan gen-z tersebut mencatatkan pertumbuhan tahunan yang cukup fantastis, yakni mencapai 116 persen. Pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibanding kelompok usia lainnya.
Milenial yang acap disebut sebagai kelompok usia mapan hanya mengalami pertumbuhan 49 persen, sedangkan generasi gen-x dan baby boomer di bahwah kedua kelompok tersebut. Hingga akhir 2025, total pengguna tabungan emas Pegadaian di seluruh Indonesia telah mencapai 4,85 juta nasabah.
"Pertumbuhan luar biasa di kalangan gen-z ini mencerminkan pergeseran paradigma investasi di Indonesia," tutur Kepala Divisi Bisnis Bulion PT Pegadaian, Kadek Eva Suputra dalam pernyataan tertulis yang diterima Inibaru.id, Kamis (8/1/2026).
Financial Planning sejak Dini
Dia menilai, pergeseran paradigma tersebut telah membuat generasi muda kini nggak mau hanya menjadi penonton, tapi pelaku aktif yang sadar akan pentingnya financial planning sejak dini. Menurut Kadek, investasi emas dipilih karena sifatnya aman.
"Emas adalah aset safe haven, yang kini dikemas secara modern melalui platform digital," klaimnya. "Sebagai digital native, dominasi mereka juga didorong preferensi terhadap layanan yang praktis, cepat, dan berbasis mobile."
Lonjakan minat gen-z terhadap tabungan emas nggak lepas dari kemudahan yang ditawarkan aplikasi Tring! by Pegadaian. Proses pembukaan akun hingga pembelian emas bisa dilakukan dalam hitungan menit secara real-time, sehingga kaum muda yang menyukai efisiensi bisa menabung tanpa prosedur rumit.
Selain kemudahan teknologi, edukasi finansial yang masif dilakukan melalui media sosial seperti Tiktok, Instagram, dan Youtube juga turut mendorong kesadaran kalangan muda untuk mulai berinvestasi.
"Meningkatnya literasi keuangan membuat mereka lebih proaktif menyiapkan dana darurat sekaligus merencanakan investasi jangka panjang untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global di masa depan," paparnya.
Komitmen untuk Layanan Terbaik
Dengan visi "The Leader in Gold Ecosystem", Pegadaian terus berupaya melakukan inovasi untuk menyediakan instrumen investasi yang aman, likuid, dan mudah dijangkau. Harapannya, transformasi digital ini bisa menjembatani akses lintas generasi, khususnya kaum muda menuju kemandirian finansial.
Hal tersebut sebagaimana dikatakan Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto, yang juga menyebutkan bahwa data tersebut adalah bukti bahwa gen-z telah melek investasi, terutama tabungan emas.
Maka, dengan adanya edukasi yang berkelanjutan, dia yakin akan lebih masyarakat yang menggunakan produk Tabungan Emas Pegadaian.
"Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan menghadirkan layanan digital agar semakin mudah diakses, sehingga lebih banyak masyarakat menggunakan produk Pegadaian," tandasnya.
Wah, gebrakan gen-z memang nggak ada habis-habisnya ya, Gez? Nggak cuma nimbun emas di gim, golongan kita ternyata suka nabung emas di Pegadaian juga, nih! Ha-ha. (Sundara/E10)
