Bikin Kebutuhan Sembako Lebih Terjangkau dengan Bazar Ramadan

Bikin Kebutuhan Sembako Lebih Terjangkau dengan Bazar Ramadan
Menjual kue-kue Lebaran di Bazar Ramadan. (Inibaru.id/ Diah Novi) 

Kenaikan harga sembako di Indonesia selama bulan puasa menggerakkan hati para pemuda di Pati ini untuk berbuat lebih, salah satunya dengan menggelar Bazar Ramadan agar harga kebutuhan pokok lebih terjangkau.

inibaru.id - Minyak goreng yang belakangan menjadi barang "istimewa" di rak minimarket terjajar rapi di pelataran Masjid Darul Muttaqin Pati, belum lama ini. Harganya standar, nggak semahal yang ada di pasaran. Selain minyak goreng, ada juga bahan pokok lain seperti beras, telur, dan berbagai camilan.

Bakda Asar, warga setempat mulai berdatangan. Bazar Ramadan Desa Pesagen pun resmi dibuka. Para panitia yang berisikan anak muda dari karang taruna desa itu pun mempersilakan mereka berbelanja sesuai kebutuhan.

Bazar yang dilangsungkan selama tiga hari di Kompleks Masjid Darul Muttaqin Pesagen, Kecamatan Kedungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, itu pun disambut antusias. Buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB, bazar tersebut hampir nggak pernah sepi dari pengunjung.  

Deni, salah seorang panitia mengatakan, hampir seluruh panitia nggak menyangka bazar tersebut bakal seramai ini, mengingat baru kali pertama mereka mengadakannya. 

"Ramadan ini jadi bazar perdana," ungkapnya kepada Inibaru.id di sela kesibukannya mengurusi bazar. "Nggak nyangka seramai ini. Bahkan, banyak tetangga desa yang sampai datang ke sini."

Kenalkan Karang Taruna

Minyak goreng seharga Rp 20 ribu per liter menjadi salah satu magnet pengunjung Bazar Ramadan Pesagen. (Inibaru.id/ Diah Novi)
Minyak goreng seharga Rp 20 ribu per liter menjadi salah satu magnet pengunjung Bazar Ramadan Pesagen. (Inibaru.id/ Diah Novi)

Deni mengatakan, salah satu tujuan kegiatan bazar Ramadan ini adalah untuk memperkenalkan karang taruna desa yang baru dibentuk beberapa bulan sebelumnya. Menurutnya, momentum bulan puasa menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan eksistensi mereka.

Lantaran baru pertama, Deni menyadari kegiatan tersebut belumlah sempurna. Banyak kekurangan di sana-sini. Namun begitu, dia masih nggak habis pikir dengan banyaknya pengunjung dan pengisi stand yang mereka sediakan.

"Kami nggak menyangka bakal berdiri hingga 20 stand UMKM di bazar ini," kata dia.

Para pedagang UMKM itu, lanjut Deni, nggak hanya menjajakan hidangan berbuka puasa atau takjil seperti yang ada dalam bayangannya. Mereka juga menyajikan lauk-pauk, hingga kue kering untuk suguhan Lebaran.

"Yang paling mencolok, ada minyak goreng yang dijual Rp 20 ribu per liter," paparnya. 

Selain harga barang-barangnya yang terbilang murah, bazar Ramadan di Masjid Darul Muttaqin juga dikunjungi banyak orang karena panitia juga menyediakan panggung pementasan selepas Tarawih, mulai dari tari-tarian pada hari pertama, pertunjukan rebana pada hari berikutnya, dan kasidah sebagai pemungkas.

Ke depan, Deni dkk berencana menjadikan Bazar Ramadan sebagai kegiatan rutin selama bulan puasa, tentu saja dengan konsep yang jauh lebih matang.

Menarik! Eh, dii daerahmu ada bazar serupa itu juga nggak, Millens? (Diah Novi/E03)

Tags : #BazarRamadan