A-Z Usaha Laundry, Dari Pakaian Kotor Diterima hingga Licin Disetrika

A-Z Usaha Laundry, Dari Pakaian Kotor Diterima hingga Licin Disetrika
Usaha laundry bisa menjadi bisnis menguntungkan. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Kadang saking sibuknya, kita sampai nggak bisa melakukan hal simple seperti mencuci baju. Solusi praktisnya, baju dibawa saja ke laundry. Eh, selain memakai jasa mereka, kamu juga bisa meniru bisnis ini, lo. Seperti apa ya cara menjalankannya?

Inibaru.id – Memakai jasa usaha laundry sering menjadi alternatif ketika pakaian kotor sudah menumpuk sementara masih banyak urusan lain yang harus diselesaikan lebih dulu. Nggak jarang pula, orang lebih memilih menghabiskan waktu luangnya untuk istirahat ketimbang mencuci baju.  

Karena banyak orang yang berpikir begitu, nggak heran jika usaha laundry semakin menggiurkan. Kamu yang lagi bingung membangun bisnis, mungkin bisa melirik usaha ini. Cara menjalankannya nggak sulit-sulit banget, kok.

Meski begitu, kamu juga harus tahu proses pencucian di laundry. Apa saja sih tahapannya?

Proses Pencucian di Laundry

1. Penerimaan Pakaian Kotor

Kamu perlu sangat teliti dalam menjalankan layanan ini, Millens. Hitung dengan teliti dan periksa baju pelanggan. Selain menghitung jumlah dan jenis baju, kamu juga perlu menimbang bobot baju. Lakukan proses ini langsung di depan pelanggan dan catat.

Selanjutnya, kamu perlu mengonfirmasi data baju kepada pelanggan. Jangan lupa tanyakan nama, jenis layanan yang dikehendaki (standar, kilat, super-kilat), dan nomor telepon. Berikan tanda terima kepada pelanggan.

Agar nggak tertukar, pisahkan pakaian tiap pelanggan dengan kantong yang telah diberi tanda. Ingat, hal yang paling menyebalkan adalah pakaian tertukar dengan orang lain. Apalagi jika sampai pakaian malah hilang.

2. Pemilahan Jenis Pakaian

Pilah pakaian berdasarkan jenisnya. (Freepik)
Pilah pakaian berdasarkan jenisnya. (Freepik)

Mengelompokkan pakaian berdasarkan jenisnya sangat penting sebelum proses pencucian dimulai. Periksa tiap pakaian dengan teliti. Kamu wajib mengenali instruksi pencucian pakaian yang biasa ditemukan pada bagian dalam pakaian.

Pastikan kamu memisahkan pakaian berdasarkan cara mencucinya. Sebagai informasi, nggak semua pakaian bisa dicuci dengan air. Ada pula yang harus dicuci dengan teknik dry cleaning. Selain itu, pisahkan pakaian yang mudah luntur dan berwarna putih. Ini untuk mencegah hal-hal yang nggak diinginkan.

3. Pembersihan Noda

Biasanya, pelanggan akan memberitahu jika ada noda tertentu yang harus dihilangkan seperti noda kecap, saus, tinta, minyak, dan lain sebagainya. Kamu perlu cermat mengamati bagian-bagian yang sering bernoda seperti kerah, pergelangan, dan ketiak. Agar bersih maksimal, kamu perlu menghilangkan noda-noda ini terlebih dahulu.

4. Sebelum Pencucian

Kamu perlu tahu bahwa ada tahap pra-pencucian, pencucian, dan pasca-pencucian. Pra-pencucian dilakukan dengan merendam baju ke dalam larutan deterjen atau pemutih jika diperlukan. Selain itu, dengan melakukannya, kamu bisa membuat noda lebih mudah dihilangkan sekaligus menghilangkan kuman.

5. Pencucian Utama

Gunakan emulsi atau alkali untuk menghilangkan noda. (Freepik)
Gunakan emulsi atau alkali untuk menghilangkan noda. (Freepik)

Ketika mencuci, gunakan sabun sesuai dengan pemilahan pakaian yang telah dilakukan sebelumnya. Masalahnya, nggak semua pakaian aman dicuci menggunakan mesin. Pakaian yang hanya boleh dicuci dengan tangan nggak boleh ikut kamu masukkan.

Kamu bisa menambahkan cairan kimia seperti emulsi, alkali atau oxybooster untuk membersihkan noda tertentu sesuai tingkat kekotoran cucian.

6. Pembilasan

Pembilasan dilakukan untuk menghilangkan busa dari sabun cuci. Karena itu, jangan pakai sabun terlalu banyak dan membuat busa harus berulang dihilangkan. Air harus tetap dihemat.

Jika pada mesin cuci terdapat mode cuci cepat, jangan gunakan jika pelanggan nggak memintanya. Kelemahan cuci cepat adalah noda nggak hilang dengan sempurna.

7. Pelembutan Pakaian

Supaya pakaian bersih dan nyaman digunakan, jangan lupa tambahkan pelembut. Pelembut juga berfungsi untuk menetralkan keasaman serat kain dan mencegah iritasi kulit.

Setelah diperas dengan mesin, keluarkan pakaian untuk diangin-anginkan. (Freepik)
Setelah diperas dengan mesin, keluarkan pakaian untuk diangin-anginkan. (Freepik)

8. Pengeringan

Selanjutnya yang harus dipahami dalam usaha laundry adalah proses pengeringan. Mode pengeringan pada mesin cuci akan mengurangi kadar air dan membuat baju lebih cepat kering ketika dijemur di udara terbuka.

Tapi, kamu nggak seharusnya menggunakan mode pengering untuk pakaian yang banyak manik-manik. Untuk baju seperti ini, cukup angin-anginkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari.

9. Penyetrikaan

Tahap selanjutnya adalah menyetrika. Perhatikan jenis pakaian yang akan kamu setrika. Tes dulu tingkat panas setrika dengan menyetrika bagian yang tersembunyi dulu. Gunakan level panas rendah untuk mencegah kain rusak.

Jangan lupa semprotkan pelicin pakaian agar mudah rapi dan segar. Atur jarak ketika menyemprot agar cairan bisa benar-benar mengering.

10. Penyelesaian

Sebelum membungkus pakaian, tambahkan parfum khusus pakaian sesuai permintaan pelanggan. Dengan begitu, pakaian akan wangi lebih lama.

Nah, itu dia langkah-langkah dalam proses pencucian di laundry. Tertarik buka usaha laundry nggak nih, Millens? Cuma modal satu unit mesin cuci juga bisa lo! (Bel/IB21/E07)