BerandaKulinary
Kamis, 19 Mar 2026 19:38

Sheer Khurma, Puding Manis yang Mengikat Kenangan Lebaran di Persia

Penulis:

Sheer Khurma, Puding Manis yang Mengikat Kenangan Lebaran di PersiaSiti Khatijah
Sheer Khurma, Puding Manis yang Mengikat Kenangan Lebaran di Persia

Sheer Khurma. (BBC)

Rasa yang manis menjadikan Sheer Khurma sebagai hidangan yang pas untuk mengawali perayaan. Di kawasan Persia, puding yang terbuat dari campuran susu, kurma, dan kacang-kacangan ini menjadi salah satu sajian terpenting saat Idulfitri tiba.

Inibaru.id - Masyarakat muslim di Asia Selatan terbiasa mengawali Idulfitri dengan dapur-dapur yang beraroma susu, berpadu kapulaga yang wangi dan kurma yang manis, yang menguar dari cairan kental yang meletup-letup pelan dalam belanga besar di atas kompor tua.

Ada yang menamainya Siwaiyaan, tapi sebagian besar masyarakat Islam di kawasan Asia Selatan menyebutnya Sheer Khurma. Ia adalah hidangan penutup, tapi khusus untuk momen lebaran, puding hangat nan legit itu acap disajikan sebagai hidangan pertama yang mengawali Idulfitri.

Dalam bahasa Persia, sheer berarti susu, sedangkan khurma adalah kurma. Secara harfiah, ia berarti susu kurma, padahal dalam praktiknya, citarasa masakan ini jauh lebih kaya.

Sheer khurma adalah perpaduan bihun tipis (seviyan), susu yang dimasak lama hingga mengental, kurma cincang, serta taburan kacang seperti pistachio dan almond. Agar lebih aromatik, ada pula keluarga yang menambahkan kismis, saffron, atau air mawar.

Tradisi Tua dari Persia

Di negara-negara seperti Pakistan, India, dan Afghanistan, sheer khurma telah lama menjadi sajian pertama yang disantap setelah salat Id. Rasa manisnya dianggap sebagai bentuk perayaan dari keistimewaan Ramadan yang harus ditinggalkan.

Tradisi ini diyakini mengalir dari budaya Persia yang kemudian berasimilasi dengan khazanah kuliner Asia Selatan. Berbeda dengan kheer atau puding susu lainnya, sheer khurma memiliki tekstur yang lebih cair, tapi kaya isian.

Bihun yang sebelumnya disangrai dengan sedikit mentega atau minyak samin (ghee) memberi sensasi gurih, sementara kurma menghadirkan rasa manis alami yang dalam. Setiap sendoknya seperti menyimpan lapisan cerita tentang keluarga, nostalgia, dan keistimewaan puasa Ramadan.

Di banyak komunitas muslim di Asia Selatan, proses membuat sheer khurma adalah ritual kolektif. Ibu atau nenek biasanya memegang kendali di depan belanga, sedangkan yang lebih muda akan membantu memotong kurma atau menghancurkan kacang dan bumbu aromatik lainnya.

Masakan Perekat Silaturahmi

Saat memasak sheer khurma di dapur, keluarga yang berkumpul akan bercengkerama. Sembari mengaduk susu, mereka bertukar kata, membicarakan baju baru, rencana berkunjung ke rumah saudara, atau sekadar mengenang lebaran-lebaran lalu.

Ketika tamu datang, semangkuk sheer khurma akan menjadi suguhannya. Biasanya, masakan perekat silaturahmi ini disajikan hangat-hangat. Sheer khurma dinikmati perlahan sembari duduk santai dan berbincang-bincang.

Kendati sama-sama disebut sheer khurma yang berisikan susu dan kurma, tiap wilayah memiliki versi yang berbeda-beda, mulai dari tekstur hingga kondimen pelengkapnya. Ada yang teksturnya mirip bubur, tapi nggak jarang berbentuk sup, bahkan habis sekali teguk laiknya minuman.

Di sebagian wilayah India, misalnya, sheer khurma harus dibubuhi saffron di atasnya, membuat warna hidangan tersebut agak keemasan. Selain pistachio, masyarakat India juga acap mengganti topingnya dengan kacang jenis lain seperti kacang mete atau almond.

Semangkuk Penuh Kenangan

Bagi orang-orang Persia, keberadaan sheer khurma adalah simbol kehangatan. (Vanitascorner)
Bagi orang-orang Persia, keberadaan sheer khurma adalah simbol kehangatan. (Vanitascorner)

Berbeda dengan makanan modern yang tampak fotogenik di medsos, penampilan sheer khurma memamg acap terasa monoton. Namun, bagi orang-orang Persia di mana pun berada, sekadar melihat sheer khurma bakal membuat mereka bernostalgia ke masa-masa belia, apalagi menyesapnya.

Keberadaannya menjadi simbol kehangatan, karena ia jarang dimasak seorang diri, selalu diiringi obrolan panjang di dapur, bahkan menjadi penyambung lidah saat disajikan untuk tamu. Saat Idulfitri datang, nggak muluk-muluk mengatakan sheer khurma sebagai hidangan paling dirindukan di Asia Selatan.

Nah, buat kamu yang pengin mencoba membuatnya, silakan tengok bahan-bahan dan cara pembuatannya ya, Gez!

Bahan-Bahan (4–6 porsi):

  • 1 liter susu full cream
  • 80–100 gram bihun tipis (seviyan), patahkan pendek
  • 8–10 butir kurma, buang biji dan cincang
  • 2–3 sdm gula (sesuaikan, tergantung manis kurma)
  • 2 sdm ghee atau mentega
  • 2 sdm kacang almond, iris tipis
  • 1 sdm pistachio, cincang (opsional)
  • 1 sdm kismis
  • 3–4 buah kapulaga, memarkan
  • Sejumput saffron (opsional)
  • 1 sdt air mawar (opsional)

Cara Membuat:

  1. Panaskan mentega atau minyak samin (ghee) di wajan, lalu tumis kacang-kacangan seperti almond dan pistachio serta kismis hingga harum, sekitar semenit, lalu angkat dan sisihkan.
  2. Di wajan yang sama, sangrai bihun hingga berubah warna menjadi keemasan, tapi jangan sampai gosong.
  3. Didihkan susu dalam panci dengan api sedang, lalu masukkan kapulaga dan saffron (jika pakai). Masak sambil diaduk sesekali agar nggak pecah atau gosong di dasar.
  4. Satukan bahan. Masukkan bihun sangrai ke dalam susu serta tambahkan kurma cincang. Masak dengan api kecil selama 10–15 menit hingga bihun lembut dan susu sedikit mengental.
  5. Jangan lupa koreksi rasa. Tambahkan gula sesuai selera, lalu masukkan kacang dan kismis sebagai toping. Terakhir, hanya jika kamu suka aroma floral yang lembut, silakan tambahkan air mawar.
  6. Sajikan hangat atau sesuai suhu ruang.

Kalau pengin merasakan sensasi Idulfitri ala orang Persia, boleh banget menyajikan sheer khurma untuk hidangan pembuka lebaranmu tahun ini, Gez! Selamat mempersiapkan Hari Kemenangan! (Siti Khatijah/E10)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved