Pecel Perjuangan, Andalan Mahasiswa Undip Mencari Makan

Pecel Perjuangan, Andalan Mahasiswa Undip Mencari Makan
Pecel Perjuangan di Tembalang, warung andalan para mahasiswa Undip. (makananenaksemarang.blogspot.)

Mahasiswa Undip Semarang pasti pernah setidaknya sekali mencicipi pecel perjuangan Bu Mar yang ada di Tembalang. Rasanya mantap, pilihan lauknya melimpah, dan harganya terjangkau!

Inibaru.id – Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) atau anak muda yang sering berada di sekitar kampus Tembalang, Semarang, pasti nggak asing dengan Warung Pecel Perjuangan. Namanya sangat menggelitik karena seperti ada unsur heroisme. Ada juga yang sempat mengaitkannya dengan salah satu partai politik, padahal nggak ada kaitannya sama sekali.

Pecel perjuangan ada di Jalan Banjarsari, Tembalang. Meski begitu, ada juga pecel perjuangan lain seperti yang ada di Jalan KH Sirojudin 34 dan di Jalan Tirtoagung No. 77. Khusus untuk yang ada di Banjarsari, buka dari pukul 08.00 pagi sampai 14.00 WIB, Millens.

Nama resminya sih Warung Nasi Pecel Perjuangan Bu Mar. Bentuk warungnya sederhana karena hanyalah berupa warung tenda. Nah, di bagian depan tenda ini, terlihat spanduk terpal dengan warna merah dan foto dari seorang perempuan. Di samping foto ini, tertulis jelas nama resmi dari warung makan tersebut.

Warung Pecel Perjuangan yang dijajakan Bu Mar ini jadi andalan banyak orang yang sedang kelaparan, khususnya para mahasiswa. Nggak hanya harga yang terjangkau, rasa pecel yang dijajakan tergolong istimewa.

Maklum, bumbu pecelnya yang kental dan pedas mampu menggoyang lidah siapapun yang mencicipinya. Pantas saja warung ini seperti nggak pernah sepi pelanggan.

Warung pecel perjuangan Bu Mar berukuran kecil dan selalu disesaki pengunjung. (Twitter.com/tauaul)
Warung pecel perjuangan Bu Mar berukuran kecil dan selalu disesaki pengunjung. (Twitter.com/tauaul)

Ukuran warungnya sebenarnya nggak besar, bahkan cenderung sempit kalau mau dine in. Hanya ada sebuah meja dengan bentuk U yang dikelilingi bangku kayu dan sejumlah kursi plastik, Nah, di dalam bentuk U dari meja itulah  Bu Mar dan sejumlah asistennya yang melayani pelanggan dengan sabar berada.

Yang menarik dari pecel ini adalah penyajiannya nggak memakai piring, melainkan pincuk kombinasi dari kertas serta daun pisang yang dibentuk mirip seperti mangkuk. Omong-omong, kalau soal lauk, kamu bisa kok memilihnya di meja berbentuk U itu. Pilihannya banyak, dari tempe mendoan, bacem tahu dan tempe, misoa, lumpia, martabak, bakwan, berbagai jenis satai, dan lain sebagainya.

Kalau soal minuman, pilihannya nggak banyak sih. Standar untuk warung-warung sederhana seperti es teh, teh hangat, es jeruk, dan jeruk hangat. Meski begitu, karena rasa pecelnya sudah dikenal istimewa, tentu minuman sesederhana apapun bakal tetap terasa memuaskan, bukan?

Soal harga, per 2018 lalu, nasi pecelnya dibanderol Rp 6 ribu per porsi. Ingat ya, kalau nambah lauk, ada tambahan lagi. Bisa jadi usai pandemi ini, harganya juga sedikit naik. Tapi biasanya juga nggak banyak.

Hm, sudah pernah nyoba pecel perjuangan di Tembalang, Millens? (Det/IB09/E05)