Inibaru.id - Kalau kamu sering main ke wilayah timur Yogyakarta, khususnya sekitar Kotagede dan Banguntapan, nama Bakso Pak Jam Ironayan hampir pasti sudah nggak asing di telinga. Warung bakso legendaris yang berlokasi di Kampung Ironayan, Potorono, Bantul ini sudah menemani para pencinta bakso sejak pertengahan 1980-an. Usianya yang eksis hampir empat dekade jadi bukti kalau soal rasa, tempat ini memang bukan kaleng-kaleng.
Awalnya, Pak Jamhari, sang pendiri warung, berjualan bakso keliling dari satu tontonan rakyat ke tontonan lain, seperti ketoprak dan wayang. Seiring waktu, beliau akhirnya menetap di lokasi yang sekarang, tepat di selatan Pasar Ngipik dan di samping Masjid Ar Royyan.
Meski masuk gang kecil, pengunjung selalu datang silih berganti. Bahkan soal parkir pun terbilang aman karena ada lahan cukup luas di sekitar warung.
Yang bikin Bakso Pak Jam begitu dicintai tentu saja di mangkuknya. Baksonya terkenal “daging banget”.
“Sembilan puluh lima persen itu daging sapi, nggak campuran kayak di bakso lain yang biasa ditambahkan daging ayam,” cerita Trisno, putra Pak Jamhari yang jadi penerus usaha ini sebagaimana dinukil dari Gudeg.net, Selasa (10/5/2022).
Berkat resep bakso yang berani ini, bakso di sini pun memiliki tekstur padat, rasa gurih alami, dan bikin sensasi makan bakso terasa lebih premium dibanding bakso kebanyakan.
Menu andalan di sini tentu saja adalah bakso komplet. Dalam satu porsi, kamu akan dapat empat butir bakso sapi ukuran besar, mi kuning, tahu, sawi, plus bakso goreng yang renyah. Kuahnya bening tapi kaya rasa, gurihnya pas, dan nggak bikin enek meski diseruput sampai tetes terakhir.
Buat yang pengin lebih simpel, ada juga bakso kuah tanpa isian lengkap. Harganya sama-sama di kisaran Rp16 ribuan, sedikit di atas rata-rata harga bakso di Jogja, tapi sebanding dengan kualitas daging dan porsi yang bikin kenyang.
Banyak pengunjung yang akhirnya jadi pelanggan setia. Salah satunya Hadiyan Hariz yang menulis ulasan di Google pada Desember 2025 lalu.
“Rasa baksonya enak banget, ditambah sambal sedikit sudah joss. Bakso gorengnya nggak gampang lembek kena kuah. Harga komplit dan kuah sama-sama Rp16 ribu. Es tehnya juga mantap, segar,” tulisnya.
Soal tempat, warung ini menyediakan area duduk dengan meja kursi sekaligus lesehan. Total kapasitasnya sekitar 60 orang, jadi cukup nyaman buat makan bareng keluarga atau teman. Tapi jangan heran kalau pas jam makan siang kamu harus antre sebentar, apalagi di akhir pekan.
Bakso Pak Jam Ironayan buka dari pukul 10.00 sampai 19.00 WIB dan libur setiap hari Jumat. Kalau kamu lagi ngidam bakso daging sapi yang serius enaknya, penuh nostalgia, dan terbukti legendaris, tempat ini jelas wajib masuk daftar kuliner yang harus dicoba di Jogja. (Arie Widodo/E07)
