Berbuka Puasa dengan Roti Gambang, Menunggu Gerobak Bakery Tan Ek Tjoan Datang 

Berbuka Puasa dengan Roti Gambang, Menunggu Gerobak Bakery Tan Ek Tjoan Datang 
Roti Tan Ek Tjoan. (Twitter/SonoraFM92)

Gerobak roti Tan Ek Tjoan masih beredar di sekitar Bogor hingga kini. Beberapa roti zadul pun masih mereka jual. Hingga kini Saking lamanya ada di Indonesia, ada kisah mnarik saat Bung Hatta melahap habis roti Tan Ek Tjoan saat mampir di Bogor. Seperti apa ya ceritanya?

Inibaru.id – Roti Gambang sempat menjadi makanan utama orang Belanda di Bogor pada Zaman Kolonialisme di Indonesia. Saat ini kira-kira sudah seabad roti bertekstur keras dari Toko Roti Tan Ek Tjoan itu masih eksis dijajakan di Bogor dan Jakarta.

Nah, khusus untuk kamu yang tinggal di kawasan Ibukota dan pengin berbuka puasa dengan menu zadul, nggak ada salahnya mencicipi roti berwarna coklat berbentuk persegi panjang ini. Oya, kamu juga bisa mencicipi roti lain dari Toko Roti Tan Ek Tjoan yang biasa dijajakan dengan gerobak keliling.

Berdiri sejak 1920, Toko Roti Tan Ek Tjoan memang rajin menyapa masyarakat dengan gerobaknya yang khas. Jauh sebelum kemerdekaan, salah satu pabrik roti tertua di Indonesia ini memang telah menjadi bagian dari masyarakat kita.

Terkait toko yang semula menyasar para bule di Indonesia ini, Mangil Martowidjojo dalam Kesaksian Tentang Bung Karno menceritakan, Wakil Presiden Pertama RI Mohammad Hatta pernah mencicipi roti di toko ini dan menyantapnya sekali makan hingga tandas.

Kala itu, Hatta yang tengah dalam perjalanan dari Jakarta ke Megamendung berhenti di depan Toko Roti Tan Ek Tjoan di Bogor. Dia kemudian meminta Sardi, pengawal Sukarno, untuk membeli roti yang kala itu harganya Rp 3,75.

Terkenal di Jakarta dan Bogor

Roti Tan Ek Tjoan kini sering dijajakan dengan gerobak. (Twitter/Acipanser)
Roti Tan Ek Tjoan kini sering dijajakan dengan gerobak. (Twitter/Acipanser)

Toko Roti Tan Ek Tjoan didirikan seorang pemuda keturunan Tionghoa bernama Tan Ek Tjoan. Berdiri sekitar 1920, pabrik roti itu didirikan di rumahnya yang berlokasi di Jalan Perniagaan, Buitenzorg (kini dikenal sebagai Jalan Suryakencana, Bogor).

Roti ini sangat terkenal di Jakarta dan Bogor sehingga pada 1953, Tan membuka kedai di sekitar Tamansari. Dua tahun kemudian, kedai ini berpindah di Cikini, Jakarta. Sayang, kedai di Cikini ini terpaksa ditutup, sehingga hanya menyisakan kedai di Bogor.

Pada awal pendirian, Tan hanya menyasar orang-orang Belanda di Bogor. Namun, rupanya roti ini juga ikut populer di kalangan pribumi dan orang-orang keturunan Tionghoa. Maka, kemudian muncul sebuah anggapan bahwa salah satu faktor rukunnya orang pribumi, Tionghoa, dan Belanda di Bogor adalah karena memakan roti yang sama. Ha-ha.

Populer dengan Roti Gambang

Roti Gambang di Tan Ek Tjoan. (Ramahtraveler/Yopie Pangkey)
Roti Gambang di Tan Ek Tjoan. (Ramahtraveler/Yopie Pangkey)

Salah satu produk roti Tan Ek Tjoan yang paling populer adalah Roti Gambang. Roti ini disebut demikian karena berbentuk seperti bilah gambang kromong, alat musik perkusi tradisional merupakan perpaduan kultur Betawi dan Tionghoa. Teksturnya keras, tapi lembut pada bagian dalam.

Selain Gambang, salah satu roti yang juga legendaris di toko Tan Ek Tjoan adalah Roti Bimbam. Berbeda dengan Roti Gambang yang keras, Tori Bimbam lebih lembut.

Kalau kamu pengin mencicipi roti di toko legendaris ini, silakan tunggu gerobaknya datang. Kalau nggak sabar, sembari ngabuburit, silakan datang ke daerah Siliwangi, Bogor. Toko Tan Ek Tjoan sudah nggak di daerah Suryakencana lagi, Millens!

Duh, waktu berbuka kapan ya? Ha-ha. (Goo/IB09/E03)