BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 27 Mar 2026 14:57

Kesederhanaan Mendiang Bos Djarum yang Terpatri di Dinding Kedai Tahu Pong Karangsaru Semarang

Penulis:

Kesederhanaan Mendiang Bos Djarum yang Terpatri di Dinding Kedai Tahu Pong Karangsaru SemarangSundara
Kesederhanaan Mendiang Bos Djarum yang Terpatri di Dinding Kedai Tahu Pong Karangsaru Semarang

Pemilik Tahu Pong Karangsaru Izeline menunjukan foto bersejarah saat bos Djarum makan di warung sederhananya. (Inibaru.id/ Sundara)

Dikenal sebagai taipan berkat Djarum, tapi Michael Bambang Hartono lebih dikenang lewat kesederhanaan dan kecintaan mendiang pada kuliner lokal, salah satunya di kedai Tahu Pong Karangsaru Semarang.

Inibaru.id - Berpulangnya bos Djarum, Michael Bambang Hartono atau Oei Hwie Siang, pada Kamis (19/3/2026) lalu masih meninggalkan duka sekaligus kenangan mendalam bagi banyak orang yang sempat terhubung dengannya; nggak terkecuali pemilik Warung Tahu Pong Karangsaru di Kota Semarang.

Selama lebih dari empat dekade, mendiang tercatat sebagai salah seorang pelanggan setia kedai legendaris ini. Semasa hidup, taipan asal Indonesia itu memang akrab dengan kuliner lokal.

Kecintaan itu juga terekam di warung tahu pong yang menjadi salah satu lanskap kuliner di Kota Atlas ini. Kalo kamu pernah menyambangi kedai itu, salah satu dindingnya terpajang foto sang konglomerat tengah menikmati tahu pong, lengkap dengan catatan tulisan tangan yang dia tinggalkan.

"Tahu Pong Karangsaru enak rasanya, saya sudah langganan sejak 35 tahun yang lalu. Salam, M. Bambang Hartono 25/01/2018," tulis Bambang di kertas yang menurut pemiliknya, kini menjadi salah satu benda bersejarah di warung.

Dikenalkan sebagai 'Teman Papa'

Izeline, sang pemilik kedai mengatakan, ayahnya lebih dulu mengenal sosok Bambang. Perempuan yang kini berusia 42 tahun tersebut baru sempat bertemu langsung dengan salah satu orang terkaya di Indonesia itu setelah dipercaya mengelola warung pada 2013. Sebelumnya, kedai tersebut dikelola ayahnya.

"Waktu awal menggantikan Papa, beliau (Bambang Hartono) datang. Waktu itu nggak kenal. Papa cuma bilang, 'Ini kenalin teman Papa, Om Siang! Baik ya orangnya'," kenang Elin, sapaan akrab Izine, saat ditemui Inibaru.id, Kamis (26/3/2026) malam.

Begitu ayahnya memberitahu bahwa yang diperkenalkannya itu adalah pemilik pabrik rokok Djarum, Elin mengaku cukup terkejut, karena menurutnya, penampilan dan sikap Bambang Hartono sama sekali nggak terlihat seperti orang super-tajir.

Sejak pertemuan itu, Bambang beberapa kali terlihat mampir ke Warung Tahu Pong Karangsaru. Dia terbuka dan hangat, nggak segan mengajak Elin mengobrol, termasuk ketika membagikan kisahnya saat berjuang menjadi atlet bridge di ajang Asian Games 2018.

"Setelah Asian Games itu, beliau datang ke sini. Waktu itu saya nggak ngerti bridge karena cabang olahraga baru," ungkap Elin. "Tapi beliau menjelaskan dengan antusias dan sangat excited bercerita tentang olahraga bridge, di hatinya sudah mendarah daging."

Konglomerat yang Low Profile

Michael Bambang Hartono menuliskan testimoni rasa kuliner Tahu Pong Karangsaru. (Inibaru.id/ Sundara) 
Michael Bambang Hartono menuliskan testimoni rasa kuliner Tahu Pong Karangsaru. (Inibaru.id/ Sundara)

Elin menilai Bambang Hartono sebagai sosok konglomerat yang low profile. Saat makan di warungnya, penampilannya sederhana, sering mengenakan kaos polo polos, diantar sopir menggunakan sedan tua, dan tanpa pengawalan apa pun.

Yang paling membekas bagi Elin adalah cara Bambang memperlakukan orang di sekitarnya. Meski memiliki kekayaan melimpah, dia tetap menganggap sopirnya sebagai teman; sebuah sikap yang jarang terlihat di kalangan orang sekelasnya.

"Ada satu kejadian yang paling membekas. Waktu beliau mau bayar, beliau sering bilang, 'Sama teman saya!' padahal kami tahu itu driver, tapi beliau menyebutnya teman. Kejadian itu memberi pelajaran besar buat saya secara pribadi, soal memanusiakan manusia dan tidak jemawa," tuturnya.

Elin mengatakan menu favorit Bambang di Tahu Pong Karangsaru adalah paket komplit dan Pong Gimbal Telur. Kunjungan terakhir sang konglomerat ke warung yang terletak di Jalan Pringgading, Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah itu tercatat saat acara Reuni Alumni Undip pada 2020.

Setelah kunjungan itu, meski dia tak lagi datang langsung, Bambang masih rutin memesan Tahu Pong Karangsaru melalui utusannya, lalu dikirimkan ke Singapura.

Bikin Warung Viral di Medsos

Setahu Elin, semasa hidup Bambang memang dikenal menyukai khazanah kuliner lokal, terutama yang khas dari Semarang dan Kudus. Nah, untuk tahu pong, tempat Elin menjadi salah satu tujuan yang dipilihnya. Dampak positifnya, kedainya sempat viral setelah foto Bambang Hartono makan di tempatnya tersebar luas di medsos.

"Dampaknya, banyak pelanggan baru berdatangan dan jadi tahu tentang tahu pong. Apalagi viralnya akhir Desember 2019 yang bertepatan dengan libur Nataru, pelanggan tak terbendung," jelas Elin sembari tersenyum semringah.

Bukan tanpa alasan mendiang Bos Djarum datang ke Tahu Pong Karangsaru, karena kedai ini memang telah berdiri sejak 1949 dan menjadi ikon kuliner legendaris di Semarang. Meski kadang terlupakan, kuliner ini bertahan karena resep rahasia yang selalu menekankan kualitas dan keotentikan setiap sajian.

Jejak sederhana Bambang Hartono di Semarang meninggalkan pelajaran berharga bagi pemilik Tahu Pong Karangsaru. Kekayaan mungkin membuat orang dikenal, tapi kesederhanaan dan cara menghargai sesamalah yang bakal dikenang lebih lama. (Sundara/E10)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved