BerandaInspirasi Indonesia
Selasa, 5 Mei 2026 12:51

Brubuh, Cara Leluhur Jawa Menentukan Waktu Tepat Menebang Pohon

Penulis:

Brubuh, Cara Leluhur Jawa Menentukan Waktu Tepat Menebang PohonAdministrator
Brubuh, Cara Leluhur Jawa Menentukan Waktu Tepat Menebang Pohon

Ilustrasi praktik penebangan kayu secara tradisional dalam konsep brubuh, yang menekankan penentuan waktu tebang berdasarkan tanda-tanda alam. (Chatgpt AI)

Brubuh adalah praktik leluhur Jawa dalam menentukan waktu tebang pohon berdasarkan tanda alam melalui Pranata Mangsa, yang terbukti membantu menghasilkan kayu lebih awet sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Inibaru.id - Dalam tradisi Jawa, menebang pohon tidak dilakukan sembarangan. Ada penentuan waktu khusus yang dikenal sebagai brubuh, yaitu praktik memilih waktu tebang berdasarkan tanda-tanda alam. Cara ini dipercaya dapat menghasilkan kayu yang lebih awet sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Brubuh merupakan bagian dari sistem Pranata Mangsa, yakni kalender tradisional yang membagi musim berdasarkan kondisi alam. Dalam sistem ini, masyarakat tidak bergantung pada tanggal, melainkan mengamati perubahan lingkungan seperti bunyi jangkrik, masa berbunga, hingga perilaku burung.

Melalui pengamatan tersebut, penebangan pohon dilakukan pada waktu tertentu yang dianggap paling tepat. Salah satu tujuannya adalah mendapatkan kualitas kayu yang lebih baik. Kayu yang ditebang pada waktu yang sesuai biasanya memiliki kadar air lebih rendah, sehingga tidak mudah lapuk atau diserang hama.

Secara ilmiah, hal ini berkaitan dengan kandungan lignin dalam kayu. Lignin berperan dalam menentukan kekuatan dan ketahanan kayu. Pada fase tertentu, kandungan ini lebih stabil sehingga kayu menjadi lebih awet.

Kualitas Kayu 

Sejumlah penelitian, termasuk dari Universitas Gadjah Mada, menunjukkan bahwa waktu penebangan memang berpengaruh terhadap kualitas kayu. Penebangan pada musim kemarau atau saat kondisi fisiologis pohon tertentu dapat menghasilkan kayu dengan daya tahan lebih baik tanpa perlu pengawetan tambahan.

Selain berdampak pada kualitas material, brubuh juga berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan. Dengan menunggu waktu yang tepat, pohon diberi kesempatan untuk menyelesaikan siklus alaminya, seperti berbuah dan menyebarkan biji. Hal ini membantu proses regenerasi hutan tetap berjalan.

Praktik ini berbeda dengan penebangan modern yang umumnya lebih berorientasi pada efisiensi produksi. Dalam banyak kasus, aspek siklus alam tidak menjadi pertimbangan utama, sehingga berpotensi berdampak pada kerusakan ekosistem.

Brubuh menunjukkan bahwa masyarakat tradisional telah memiliki pengetahuan berbasis observasi lingkungan yang cukup kuat. Pendekatan ini bisa menjadi referensi dalam pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan saat ini. (Ike/E01)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved