#WadasMelawan Menggema Gara-gara Polisi Tangkapi Warga Desa Wadas

#WadasMelawan Menggema Gara-gara Polisi Tangkapi Warga Desa Wadas
Polisi mengepung dan bahkan kabarnya sempat menangkap warga Desa Wadas #WadasMelawan. (Twitter.com/RizalFi74011361)

Tagar #WadasMelawan menggema di media sosial Twitter usai ribuan polisi datang mengepung dan bahkan menangkap warga Desa Wadas. Meski warga ketakutan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menganggap hal ini tidak perlu dikhawatirkan.

Inibaru.id – Tagar #WadasMelawan menjadi pemuncak trending Topic Twitter pada Selasa (8/2/2022) sore. Hal ini disebabkan oleh aksi polisi yang mengepung sekaligus menangkap warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada hari ini.

Menurut keterangan dari Staf Divisi Kampanye dan Jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta Dhanil Al Ghifary, ribuan polisi mengepung warga dengan persenjataan lengkap, tameng, dan anjing. Ada yang memasuki wilayah desa dengan berjalan kaki, namun nggak sedikit pula yang memakai mobil.

Para aparat ini melakukan swiping alias penyisiran sekaligus menurunkan banner yang isinya menolak pertambangan batu andesit. Sejumlah warga juga diketahui dikejar oleh polisi.

“Masuk nyopotin banner. Ada juga warga yang dikejar-kejar,” terang Dhanil, Selasa (8/2).

Menurut keterangannya, ada warga yang ditangkap saat berada di warung kopi (warkop) pada pukul 07.00 WIB tanpa penjelasan. Nah, pihak LBH yang mengetahui hal ini pun langsung menuju ke lokasi untuk mendampingi warga Wadas.

Warga Desa Wadas Ketakutan

Nggak hanya pengepungan dan penangkapan polisi yang bikin warga ketakutan, sinyal internet di Wadas juga sempat down. Hal ini pun membuat masyarakat kesulitan mengabarkan kondisi terbaru di sana.

Sebenarnya, sejak Selasa (8/2) dini hari, warga Desa Wadas sudah mengeluarkan ‘teriakan’ ‘alerta’ di media sosial. Alasannya, tentu saja karena kedatangan ribuan polisi ke desa tersebut. Salah seorang warga setempat, Arofah, menyebut kedatangan para polisi ini terkait erat dengan rencana ditambangnya batu andesit yang bakal dipakai untuk proyek pembangunan Bendungan Bener.

Warga Desa Wadas menolak penambangan batu andesit. (Twitter.com/MariaAlcaff)
Warga Desa Wadas menolak penambangan batu andesit. (Twitter.com/MariaAlcaff)

Warga Desa Bener sebenarnya masih trauma dengan keberadaan aparat yang datang dalam jumlah yang banyak. Maklum, sebelumnya sampai terjadi bentrokan. Apalagi, pada Selasa Subuh, sudah ada kabar yang menyebut bakal ada tindakan pengukuran tanah secara sepihak.

Tanggapan Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menanggapi kedatangan ribuan polisi ke Desa Wadas sebagai sesuatu yang nggak perlu dikhawatirkan.

“Iya, ada pengukuran (tanah). Hanya pengukuran saja kok, tidak perlu ditakuti, tidak akan ada kekerasan,” ujar Ganjar.

Hal yang sama juga diungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi yang turun langsung di lapangan. Dia memastikan nggak akan terjadi kekerasan, Millens.

Sejak 2016, warga Desa Wadas dengan gigih menolak penambangan batu andesit di wilayah desanya untuk proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bener. Alasannya, mereka nggak ingin alam dan lingkungan desa tempat mereka hidup dan mencari nafkah rusak. Masalahnya, penolakan ini ditanggapi dengan tekanan dari polisi.

Sejumlah tindakan represif dari aparat terhadap warga pun sampai jadi berita nasional. Salah satunya terjadi pada 23 April 2021 lalu. Bahkan, pada September 2019, setidaknya 11 warga Desa Wadas ditangkap.

Duh, semoga saja ada solusi terbaik bagi warga desa yang sedang dalam masalah di tagar #WadasMelawan ini, ya Millens. (Cnn, Mon/IB09/E05)