Inibaru.id - Siapa sangka, sebuah boneka orangutan bisa mendadak jadi buruan warga sedunia hanya gara-gara satu kisah menyentuh? Itulah yang terjadi pada IKEA DJUNGELSKOG, boneka yang belakangan viral karena “perannya” menemani bayi monyet bernama Punch di Jepang.
Cerita ini bermula di Ichikawa City Zoo. Punch, bayi monyet makaka yang lahir pada Juli 2025, harus menghadapi kenyataan pahit karena ditolak oleh induknya. Ia kemudian dirawat oleh perawat kebun binatang.
Untuk membantu meredakan kecemasan dan rasa sepinya, sang perawat memberinya boneka orangutan dari IKEA. Sejak saat itu, Punch hampir selalu terlihat memeluk boneka tersebut, seolah menemukan sosok ibu pengganti.
Foto dan video Punch yang memeluk boneka itu cepat menyebar di media sosial. Netizen pun ikut tersentuh. Tanpa diduga, efeknya merembet ke pasar online. Permintaan terhadap boneka monyet Punch melonjak tajam, terutama di Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. Stok di sejumlah toko langsung ludes.
Yang bikin melongo, harga jual kembali boneka ini di internet ikut meroket. Mengutip laporan dari TMZ, Minggu (22/2/2026), di platform eBay harga resale-nya tembus 350 dolar AS atau sekitar Rp 5,9 juta. Ada juga listing di angka 269,99 dolar AS, 240 dolar AS, dan di atas 100 dolar AS.
Padahal, harga resmi boneka ini di IKEA cuma sekitar 20 dolar AS atau setara Rp 330 ribuan. Selisihnya bisa berkali-kali lipat!
Beberapa penjual bahkan menambahkan ongkos kirim yang cukup tinggi, membuat harga total yang harus disiapkan pembeli bikin dompet menjerit.
Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya efek viral di era media sosial. Barang yang tadinya cuma boneka lucu biasa, mendadak berubah jadi “barang langka” yang diburu kolektor dan penggemar.
Pihak IKEA sendiri mengakui adanya lonjakan permintaan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Javier Quiñones dari IKEA Amerika Serikat menyebut bahwa DJUNGELSKOG memang sudah lama jadi salah satu mainan favorit pelanggan. Namun, kisah Punch jelas memberi “tambahan kasih sayang” yang membuatnya makin spesial.
Menariknya lagi, IKEA Jepang tak tinggal diam. Setelah melihat besarnya perhatian publik, Presiden dan Chief Sustainability Officer IKEA Jepang, Petra Fare, mengunjungi kebun binatang pada 17 Februari untuk mendonasikan beberapa boneka tambahan serta perlengkapan lain bagi Punch.
Langkah ini mendapat apresiasi luas karena dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sang monyet malang, bukan sekadar memanfaatkan momen viral.
Dari kisah ini, kita bisa melihat bagaimana satu cerita sederhana tentang bayi monyet dan boneka pelukannya mampu menggerakkan emosi jutaan orang, sekaligus mengerek harga sebuah boneka di internet hingga berkali-kali lipat. Dunia maya memang penuh kejutan, ya, Gez? (Arie Widodo/E07)
