Tren 'Uji Nyali' Nge-BM Truk Demi Konten Mulai Makan Korban, Salah Siapa?

Tren 'Uji Nyali' Nge-BM Truk Demi Konten Mulai Makan Korban, Salah Siapa?
Ilustrasi: Fenomena memberhentikan truk yang berbahaya. (Nisyam/profesi-unm.com)

Belakangan, tren menghentikan truk yang melaju kencang, yang biasa disebut 'nge-BM truk', mulai muncul di media sosial. Di Pamulang, seorang anak tewas terlindas truk belum lama ini. Demi konten, apakah tren ini sepadan?

Inibaru.id – Menantang adrenalin atau nyali bukanlah hal buruk. Namun, kadang orang melakukannya tanpa berpikir panjang, termasuk tren "uji nyali" menghentikan truk yang melaju, yang biasa disebut nge-BM truk, beramai-ramai. Yang menyedihkan, pertaruhan nyawa ini dilakukan demi konten. 

MH, seorang anak berusia 14 tahun tewas terlindas truk yang melaju kencang di Pamulang, Tangerang Selatan, 25 Maret 2021 lalu. Kanit Laka Lantas Polres Tangsel Iptu Agus Sutisna mengatakan, korban bersama teman-temannya sempat beraksi nge-BM truk yang tengah melaju kencang.

Nahas, saat dihadang anak-anak tanggung itu, truk besar berwarna hijau yang melaju di Jalan Raya Siliwangi tersebut nggak mampu menghentikan lajunya. Alhasil, para remaja yang mengadang di tengah jalan ini pun tertabrak.

“Ada anak-anak jalan dari arah Parakan, Benda, Pamulang, sampai ke arah Universitas Pamulang. Mereka kemudian berusaha memberhentikan truk, rencana mau numpang,” terang Agus, Sabtu (27/3).

Truk pasir yang nggak bisa mengerem mendadak itu membuat MH terjatuh, kemudian terlindas hingga tewas. Pengemudi truk masih diamankan dan diperiksa polisi. Belum bisa dipastikan siapa yang salah karena sopir yang diadang secara mendadak sudah pasti nggak bakal sempat berhenti.

Nge-BM demi Konten

Fenomena berhentikan truk memakan korban di Pamulang, Tangerang Selatan. (RadarBogor/Hendi)
Fenomena berhentikan truk memakan korban di Pamulang, Tangerang Selatan. (RadarBogor/Hendi)

Berdasarkan keterangan tukang parkir yang berada di dekat lokasi kecelakaan, korban dan rekan-rekannya memang sering mengadang truk di sekitar daerah tersebut. Uji nyali itu dilakukan demi bikin konten dan gaya-gayaan, untuk diunggah ke medsos.

Video hasil nge-BM itu diunggah ke akun Instagram @pamulangstreet279. Tukang parkir tersebut mengatakan, hampir tiap malam anak-anak itu nongkrong dan menghentikan truk. Warga sering mengusir, tapi mereka mengulanginya lagi.

Tren nge-BM truk belakangan memang tengah marak di medsos. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu pada 2020 mengungkapkan, aksi tersebut nggak hanya dilakukan di kota besar, tapi juga telah merebak di wilayah-wilayah yang lebih kecil. 

Menurut Jusri, truk dan mobil pikap biasanya menjadi sasaran mereka. Tren ini merebak ke banyak tempat, dari desa hingga kota.

Polisi Akan Menindak Tegas

Polisi akan menindak tegas anak-anak yang masih mencoba memberhentikan truk di tengah jalan. (Radar Cirebon)
Polisi akan menindak tegas anak-anak yang masih mencoba memberhentikan truk di tengah jalan. (Radar Cirebon)

Tren nge-BM truk memang diakui Kanit Laka Satlantas Polres Metro Tangerang Kota AKP Badruzzaman mulai bermunculan di banyak tempat, yang dilakukan oleh anak-anak hingga remaja. Fenomena ini banyak terjadi di wilayah Tangerang dan Kabupaten Bogor.

Untuk itu, pihaknya mengaku akan menindak tegas hal ini dan nggak ingin lagi ada korban. Awal Maret silam, AKP Badruzzaman mengatakan, pihak kepolisian sudah mulai melakukan edukasi terhadap anak-anak yang ingin membuat konten berbahaya tersebut.

“Setiap polsek-polsek penyangga, kami koordinasikan agar setiap malam patroli. (Kalau tertangkap) paling diamankan,” terang AKP Badruzzaman, yang juga memastikan akan menindak tegas mereka yang nggak mengindahkan imbauan tersebut.

Bisa menghentikan truk dengan mengadang mereka di tengah jalan memang terlihat keren dan memicu adrenalin. Namun, kalau nyawa menjadi taruhannya, apakah sepadan? (Kom/IB09/E03)