Inibaru.id - Pemerintah Kota Semarang tengah menyiapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Langkah ini menjadi respons arahan dari pemerintah pusat sebagai upaya menghemat energi di tengah konflik geopolitik global.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyebutkan penentuan jadwal pasti penerapan WFH setiap Jumat masih dalam finalisasi dan akan dikaji lebih lanjut bersama jajaran pejabat di lingkungan Pemkot Semarang.
"Kami menyesuaikan. Intinya, penggunaan anggaran BBM harus dipantau. Setiap dinas diminta melaporkan perkiraan penghematannya. Nanti dalam revisi anggaran, akan ditetapkan besaran pengurangannya," ujar Agustina di Balai Kota, awal April lalu.
Agustina menekankan bahwa WFH bukan sekadar mengubah cara bekerja. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi pemakaian BBM yang terdampak ketidakstabilan pasokan akibat kondisi geopolitik global.
"Cara menghemat penggunaan BBM masih kami rembuk. Tapi kami punya niat untuk mengurangi anggaran penggunaan BBM, karena ini menjadi unsur utama yang mendorong penerapan WFH," paparnya.
Pemkot memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal meski sebagian ASN WFH. Layanan vital seperti kesehatan dan layanan administrasi tidak akan terganggu.
"Sesuai ketentuan, ada beberapa layanan yang tidak bisa WFH, misal rumah sakit dan perizinan. Tetap harus ada petugas supaya roda pemerintahan terus berjalan setiap hari Jumat," ungkap Agustina.
Dia menekankan bahwa kualitas layanan masyarakat tetap menjadi prioritas meski sebagian ASN menyesuaikan pola kerja. Untuk pengawasan ASN selama WFH, Agustina mengakui perlu sistem khusus mengingat jumlah pegawai mencapai belasan ribu.
"Pengawasan ASN yang WFH harus jelas polanya. Apakah wali kota bisa mengawasi sendiri? Tidak. Inspektorat juga tidak bisa sendiri. Harus ada sistem tertentu yang cepat kita tetapkan," katanya.
Di sisi lain, Agustina menanggapi usulan Gubernur Jateng yang meminta ASN bersepeda atau jogging ke kantor demi menghemat energi. Menurutnya, cara ini belum tentu realistis bagi semua ASN karena jarak rumah ke kantor sangat bervariasi.
Sebagai alternatif, Wali Kota menyarankan ASN menggunakan transportasi umum minimal sekali dalam sepekan. Kebijakan ini pernah diterapkan pada masa kepemimpinan Wali Kota Semarang sebelumnya, Hendrar Prihadi.
Yang rumahnya dekat, silakan. Tapi kalau rumah di Banyumanik dan kantornya di Pemuda, naik sepeda mungkin saat berangkat bisa, tapi pulangnya bagaimana? Boleh saja misal naik transportasi umum, yang penting harus mengurangi BBM," tandasnya.
Ngantor empat hari dan WFH pada hari Jumat sudah berasa long weekend tiap minggu saja, ya? Ha-ha. Eits, tapi hari Jumat kan jatuhnya tetap kerja kan, Gez? (Sundara/E10)
