Sebulan Setelah Kenaikan BBM, Jateng Alami Inflasi Bulanan 1,19 Persen

Sebulan Setelah Kenaikan BBM, Jateng Alami
Inflasi Bulanan 1,19 Persen
Ilustrasi: Menurut laporan Bank Indonesia, per September 2022 provinsi Jateng mengalami inflasi bulanan menembus 1,19 persen. (Antara)

Setelah sebulan lalu pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, kini Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengalami inflasi bulanan sebesar 1,19 persen. Angka inflasi Jateng itu lebih tinggi dari inflasi nasional yang sebesar 1,17 persen.

Inibaru.id - Sudah bisa kita prediksi, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal September 2022 pasti berakibat pada inflasi di berbagai daerah. Provinsi Jawa Tengah (Jateng) juga merasakan dampak itu, Milens. Menurut laporan Bank Indonesia, per September 2022 provinsi Jateng mengalami inflasi bulanan menembus 1,19 persen. Padahal, bulan sebelumnya Jateng mencatat deflasi 0,39 persen.

Angka inflasi Jateng itu lebih tinggi dari inflasi nasional yang sebesar 1,17 persen. Secara tahunan, inflasi Jateng bahkan mencapai 6,4 persen. Angka itu juga lebih tinggi dari nasional yang sebesar 5,95 persen.

Ilustrasi: Lonjakan inflasi di Jateng didorong oleh kelompok harga yang diatur oleh pemerintah, yaitu transportasi yang merembet ke kenaikan harga bahan pokok. (Truckmagz/Giovanni F)
Ilustrasi: Lonjakan inflasi di Jateng didorong oleh kelompok harga yang diatur oleh pemerintah, yaitu transportasi yang merembet ke kenaikan harga bahan pokok. (Truckmagz/Giovanni F)

Kenaikan BBM tentu saja yang menjadi faktor utama terjadinya inflasi. Menurut laporan, lonjakan inflasi di Jateng didorong oleh kelompok harga yang diatur oleh pemerintah, yaitu transportasi. Ya, ini karena dampak kenaikan harga bensin dan solar.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Rahmat Dwisaputra, dampak kenaikan harga BBM itu memengaruhi tarif transportasi, kemudian merembet ke kenaikan harga bahan pokok.

“Indikasi peningkatan harga pada kelompok komoditas ini terutama didorong oleh kenaikan harga beras seiring dengan berlalunya masa panen di Jawa Tengah," tutur Rahmat pada Rabu (5/10/2022).

Harga Bahan Pangan Diprediksi Turun

Harga bahan pokok seperti beras, bawang dan daging diprediksi akan mengalami penurunan. (MI/Apul Iskandar)
Harga bahan pokok seperti beras, bawang dan daging diprediksi akan mengalami penurunan. (MI/Apul Iskandar)

Namun jangan khawatir berlebihan karena harga beras diprediksi akan kembali normal karena sejumlah daerah mulai memasuki masa panen bulan depan. Sedangkan harga beberapa komoditas lain, seperti daging dan bawang, justru turun . Begitu juga dengan emas.

Rahmat mengatakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Jawa Tengah akan terus melakukan koordinasi dan mengalokasikan sumber daya untuk program pengendalian dan meredam dampak inflasi pasca-kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Ini didukung oleh kebijakan pemerintah pusat yang membolehkan penggunaan pos anggaran Belanja Tidak Terduga untuk program pengendalian inflasi di daerah," tuturnya.

Nah, kenaikan tarif BBM sudah berjalan sekitar satu bulan, Millens. Kita sendiri sudah merasakan secara langsung dampaknya, bukan? Jateng mengalami inflasi cukup tinggi, apakah kantongmu juga demikian? (Siti Khatijah/E0)