BerandaHits
Kamis, 1 Jan 2026 15:01

Perkenalkan, Para Spesies Baru yang Ditemukan sepanjang 2025!

Penulis:

Perkenalkan, Para Spesies Baru yang Ditemukan sepanjang 2025!Siti Khatijah
Perkenalkan, Para Spesies Baru yang Ditemukan sepanjang 2025!

Mobula yarae, spesies pari manta ketiga di dunia yang ditemukan di perairan Atlantik, akhirnya diakui sebagai spesies baru pada 2025. (Wikimedia/Arturo Benavides)

Reptil seperti ular, katak, dan kadal dari pelbagai belahan Bumi, flora menakjubkan, hingga ratusan makhluk laut di sejumlah perairan di planet ini menjadi deretan spesies baru yang ditemukan sepanjang 2025. Ini menjadi kabar baik sekaligus buruk, karena sebagian di antaranya dalam kondisi kritis.

Inibaru.id - Bumi masih menyimpan begitu banyak misteri yang belum terungkap, termasuk spesies-spesiesnya yang belum teridentifikasi. Di sekitar kita, mungkin saja masih ada makhluk hidup yang nggak bernama, karena secara ilmiah belum dinamai.

Bahkan ketika sudah jutaan spesies dikenali, masih ada begitu banyak penghuni Bumi yang terus ditemukan tiap tahun. Di tengah kabar tentang krisis iklim, kepunahan, dan kerusakan habitat, tahun ini para ilmuwan kembali menambah daftar spesies baru, meski sebagian di antaranya berada di ambang kepunahan juga.

Ini wajar, karena para ahli pun memperkirakan baru sekitar sepersepuluh hingga seperlima spesies saja yang telah terdokumentasi secara ilmiah di Bumi. Bahkan untuk mamalia, kelompok hewan paling populer, data yang tersedia masih jauh dari lengkap; apalagi spesies berukuran kecil, nokturnal, atau soliter yang biasanya hidup jauh dari jangkauan kita?

Sepanjang 2025, para ilmuan kembali menemukan sejumlah spesies baru yang cukup menarik untuk ditinjau, sekaligus membuat cemas karena sebagian dari mereka, meski berstatus "baru ditemukan" tapi sudah menghadapi ancaman kepunahan.

Dari Reptil hingga Pisces

Di Papua Nugini, penemuan empat spesies ular pohon baru dari genus Dendrelaphis menjadi contoh nyata bagaimana isolasi geografis melahirkan jalur evolusi unik. Herpetolog Fred Kraus mendeskripsikan Dendrelaphis anthracina, ular hitam arang yang agresif, bersama tiga kerabat barunya dari pulau-pulau kecil di Provinsi Milne Bay.

Spesies-spesies ini mencerminkan fenomena spesiasi (evolusi biologis) pulau dan sekaligus menunjukkan betapa Papua Nugini masih menjadi salah satu titik penting keanekaragaman reptil dunia yang belum sepenuhnya terpetakan.

Sementara itu, di hutan awan Peru, mamalia kecil bernama Marmosa chachapoya menambah daftar marsupial baru Amerika Selatan. Oposum tikus ini ditemukan secara nggak sengaja ketika peneliti mencari spesies lain. Analisis DNA membuktikan bahwa hewan ini benar-benar berbeda dari kerabatnya.

Adapun di Kenya, ilmuwan menemukan Nothobranchius sylvaticus, killifish pertama yang diketahui hidup di habitat hutan. Ikan mungil bersisik biru itu hanya hidup di rawa musiman di Hutan Gongoni, kawasan purba yang luasnya kurang dari 1.000 hektar.

Meski ancaman tambang titanium telah berakhir, tekanan dari pertanian dan perambahan manusia masih membayangi masa depan spesies ini.

Penemuan Flora Baru

Pohon raksasa Tessmannia princeps di Tanzania. (Phytotaxa/Andrea Bianchi via Earthsky)
Pohon raksasa Tessmannia princeps di Tanzania. (Phytotaxa/Andrea Bianchi via Earthsky)

Masih di Afrika Timur, Pegunungan Udzungwa di Tanzania menyimpan kejutan berupa pohon raksasa Tessmannia princeps. Dengan tinggi mencapai 40 meter dan usia yang diperkirakan hingga 3.000 tahun, spesies ini adalah saksi hidup sejarah ekologi yang panjang.

Namun, hanya sekitar 100 pohon dewasa yang diketahui, tumbuh di dua cagar kecil yang terjepit lahan pertanian, menjadikannya rentan punah.

Flora baru juga ditemukan di Asia Tenggara, tepatnya di negeri jiran Malaysia. Thismia selangorensis atau “lentera peri” tanpa klorofil ditemukan di lokasi piknik populer. Kurang dari 20 individu diketahui hidup di satu titik kecil, menjadikannya sangat rentan terhadap gangguan manusia dan bencana alam.

Sementara itu, di Indonesia, tepatnya di Raja Ampat, ada dua anggrek baru, Dendrobium siculiforme dan Bulbophyllum ewamiyiuu, yang teridentifikasi. Keduanya berlokasi diPulau Batanta. Sayangnya, salah satu spesies ini tengah diusulkan untuk berstatus kritis karene persebarannya terbatas.

Kemudian, di Angola ada Iolaus francisi. Ia bukanlah tanaman, tapi kupu-kupu yang hidupnya bergantung pada tanaman benalu tertentu yang langka di hutan pegunungan Namba, yang tentu saja memunculkan kekhawatiran dari para ilmuan.

Ratusan Spesies Laut Baru 

Di tingkat global, proyek Ocean Census mengumumkan penemuan 866 spesies laut baru dalam waktu kurang dari dua tahun. Kuda laut kerdil hingga hiu gitar yang merupakan bagian dari hasil temuan tersebut, diperkirakan hampir punah.

Sementara itu, dari lautan Atlantik ada Mobula yarae, spesies pari manta ketiga di dunia. Selama bertahun-tahun, keberadaannya telah diyakini, tapi belum pernah benar-benar diakui secara ilmiah. Kini, dengan bukti genetik dan morfologi yang kuat, spesies ini resmi diidentifikasi.

Selain satwa-satwa laut tersebut, masih ada beberapa spesies yang ditemukan sepanjang 2025 ini, termasuk Crunomys tompotika, mamalia endemik di Sulawesi. Lalu, ada kelelawar berekor panjang baru (Myotis himalaicus) di Himalaya Barat, dan puluhan kadal baru, termasuk Celestus jamesbondi di Karibia.

Di Brasil juga ada ular berkumis Leptophis mystacinus yang ditemukan di sabana Cerrado. Sementara di Andes (Peru), reptil lain juga ditemukan melalui ekspedisi ekstrem pada malam hari, berupa tiga katak Pristimantis baru.

Temuan spesies-spesies baru selama 2025 ini cukup menggembirakan karena membuktikan bahwa keanekaragaman hayati planet ini begitu. Namun, nggak dimungkiri bahwa temuan tersebut juga memunculkan rasa cemas yang mendalam, mengingat status sebagian dari mereka yang kritis.

Maka, sudah sepatutnya kita melihat temuan ini bukan semata daftar yang lebih panjang dalam katalog ilmiah, melainkan juga peringatan agar kita bertanggung jawab karena telah memberi mereka nama. (Siti Khatijah/E10)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media
A Group Member of:
medcom.idmetro tv newsmedia indonesialampost

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved