BerandaHits
Kamis, 8 Jan 2026 13:01

Pekerjaan yang Menanti Dua Ujung Tombak Baru PDAM Tirta Moedal Semarang

Penulis:

Pekerjaan yang Menanti Dua Ujung Tombak Baru PDAM Tirta Moedal SemarangSundara
Pekerjaan yang Menanti Dua Ujung Tombak Baru PDAM Tirta Moedal Semarang

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat melantik dua direksi PDAM Tirta Moedal. (Sundara/Inibaru.id)

Dua ujung tombak di tubuh PDAM Tirta Moedal yang baru saja dilantik pada Rabu (7/1/2026) dituntut untuk segera menuntaskan setidaknya tiga pekerjaan prioritas yang menurut Wali Kota Semarang paling mendesak untuk saat ini. Apa saja?

Inibaru.id - Andy Setiawan dan Yulianto Prabowo "naik tahta" diiringi segudang pekerjaan rumah. Setidaknya begitulah kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. Keduanya adalah pimpinan baru PDAM Tirta Moedal Semarang.

Pada Rabu (7/1/2026) sore, Agustina resmi mendapuk Andy Setiawan sebagai Direktur Utama (Dirut) dan Yulianto Prabowo sebagai Direktur Umum. Dalam sambutannya, wali kota berusia 54 tahun itu langsung mengingatkan bahwa saat ini PDAM dituntut untuk memperbaiki layanan dan distribusi air bersih.

Sepanjang tahun 2025, dia menyebutkan, berdasarkan rekapan Lapor Semar Solusi AWP, ada 204 laporan dan pengaduan terkait PDAM Tirta Moedal. Keluhan yang paling banyak muncul di antaranya adalah air yang nggak mengalir, tekanan rendah, gangguan distribusi, serta proses pemasangan yang berbelit-belit.

"Kondisi ini memang menjadi realitas yang tak bisa dihindari. Namun, ini perlu dilihat sebagai tantangan yang harus dijawab dengan solusi dan inovasi," kata politikus PDI Perjuangan tersebut.

Prioritas PDAM Tirta Moedal

Agustina meminta kedua pimpinan PDAM Tirta Moedal untuk memprioritaskan tiga hal utama yang paling mendesak. Yang pertama adalah pelayanan. Menurutnya, masyarakat mau air bersih mengalir lancar tanpa harus mendengar alasan teknis.

"Direksi harus tanggap secara cepat dan bisa memanfaatkan teknologi untuk memperkuat koordinasi," sebutnya.

Kemudian, yang kedua adalah inovasi dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Inovasi memang membutuhkan biaya, tetapi harus dijalankan seimbang agar PDAM tetap sehat secara finansial dan tetap memberi manfaat bagi PAD.

"Terakhir, modernisasi operasional. Sistem layanan dan pengaduan perlu cepat dan transparan agar kepercayaan publik terjaga. Tantangan ke depan tidak hanya soal distribusi air, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya air," tegasnya.

Hasil dari Proses Panjang

Agustina memastikan bahwa bahwa pengangkatan kedua pimpinan PDAM Tirta Moedal itu merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani secara serius. Terbuka dan penuh kehati-hatian. Seleksi direksi dilakukan secara transparan dan objektif, mulai dari tahapan administrasi hingga uji kelayakan dan kepatutan.

"Maka, saya akan mendorong PDAM agar aktif menjadi bagian dari solusi, memperluas jaringan air pipa melalui kerja sama dengan sektor industri, serta melakukan edukasi publik agar ketergantungan terhadap air tanah dapat dikurangi secara bertahap," paparnya.

Gayung bersambut. Sesaat setelah menerima tampuk pimpinan PDAM Tirta Moedal, Andy Setiawan langsung menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pelayanan yang cepat dan responsif terhadap pengaduan pelanggan.

"Kami juga menyadari pentingnya meningkatkan PAD Kota Semarang, salah satunya akan kami lakukan melalui efisiensi biaya operasional," aku lelaki yang akrab disapa Wawan tersebut.

Air Tanah sebagai Isu Krusial

Dalam sambutannya, Wawan juga ingin menegaskan bahwa pengambilan air tanah merupakan isu krusial. Oleh karena itu, penegakan hukum melalui perda pengendalian air tanah harus menjadi prioritas, mengingat pemanfaatan air tanah yang berlebihan dapat menurunkan muka air dan menyebabkan degradasi lingkungan.

"Kami akan memastikan ketersediaan suplai terpenuhi dengan mempercepat optimalisasi SPAM Semarang Barat dan menyiapkan pengembangan SPAM di Semarang Timur, kemungkinan berlokasi di Jeragung," ujanya.

Dia menambahkan, saat ini jumlah pelanggan PDAM Tirta Moedal Semarang mencapai sekitar 203.000 sambungan. Wawan menargetkan penambahan minimal 10.000 pelanggan baru setiap tahun sebagai bagian dari program perluasan layanan.

Selain itu, Wawan juga memaparkan bahwa PDAM Kota Semarang masih mencatat kebocoran air dengan persentase angka yang cukup besar, sekitar 42 persen. Maka, perusahaan akan fokus pada dua langkah utama, yani memperbaiki administrasi dan meningkatkan layanan komersial.

"Kami akan menertibkan sambungan ilegal, memperbaiki sistem baca meter agar tercatat dengan tepat, serta peningkatan daya konsumsi pelanggan," tandasnya.

Untuk kedua pimpinan PDAM Tirta Moedal, selamat ya! Semoga berhasil memenuhi ekspektasi masyarakat Kota Semarang! (Sundara/E10)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved