Inibaru.id - Park Bo-gum kembali menyapa penonton layar kaca, kali ini bukan sebagai aktor drama romantis, melainkan sebagai tukang cukur di desa terpencil. Lewat variety show terbaru tvN berjudul The Village Barber, Park Bo-gum tampil dengan peran yang terasa sederhana, hangat, sekaligus dekat dengan kehidupan sehari-hari. Acara ini menjadi angin segar di tengah deretan program hiburan Korea yang penuh kompetisi dan konsep besar.
The Village Barber mengikuti kisah Park Bo-gum bersama dua sahabatnya, Lee Sang-yi dan Kwak Dong-yeon, saat mereka membuka barbershop sementara di sebuah desa. Di tempat itu, mereka tak hanya merapikan rambut warga, tetapi juga berbagi cerita, tawa, dan kehangatan.
Park Bo-gum bertugas sebagai barber utama. Sementara itu, Lee Sang-yi menangani pelayanan pelanggan sekaligus perawatan kuku. Di sisi lain, Kwak Dong-yeon sibuk di dapur menyiapkan makanan.
Konsep acaranya sekilas terlihat tenang, namun produser Son Soo-jung justru menyebut sebaliknya. Dalam sesi wawancara jelang penayangan, ia mengatakan bahwa acara ini penuh kejutan.
“Kalau dilihat dari luar memang kelihatan damai, tapi di dalamnya banyak momen chaos yang bikin ketawa. Ada ‘dopamine’ dari interaksi dengan warga desa, dan ada juga kehangatan saat ketiganya bersama,” ujarnya sebagaimana dinukil dari Korea JoongAng Daily pada Kamis (29/1/2026).
Menariknya, peran Park Bo-gum sebagai tukang cukur bukan sekadar akting. Ia memang memiliki lisensi barber nasional yang didapat saat menjalani wajib militer. Namun demi acara ini, Park tetap melakukan persiapan ekstra.
“Aku terbiasa memotong rambut laki-laki. Tapi untuk acara ini aku belajar lebih jauh, termasuk styling rambut perempuan. Rasanya deg-degan tapi menyenangkan,” kata Park Bo-gum.
Di sisi lain, Lee Sang-yi mengaku terkesan dengan suasana syuting yang jauh dari hiruk-pikuk kota. “Kami benar-benar hidup seperti warga desa. Bangun pagi, mengurus pekerjaan, ngobrol dengan orang-orang yang baru dikenal. Rasanya hangat dan jujur,” ujarnya.
Baca Juga:
'My Tomorrow, Your Yesterday', Film yang Dibintangi Pemeran Hiro dari 'Can This Love Be Translated?'Sementara itu, Kwak Dong-yeon menambahkan bahwa memasak untuk warga memberikan pengalaman emosional tersendiri. “Melihat orang tersenyum setelah makan masakan kita, itu rasanya beda,” katanya.
Park Bo-gum sendiri menggambarkan The Village Barber dengan satu kata unik; “ondol,” merujuk pada sistem pemanas lantai tradisional Korea. Layaknya ondol, acara ini hangat, nyaman, dan bikin orang ingin berkumpul. Dia pun berharap acara ini bisa ditonton siapa saja bersama keluarga, dan bisa memberikan ketenangan.
Dengan nuansa pedesaan, visual musim dingin yang lembut, serta chemistry hangat antar pemain, The Village Barber terasa seperti pelukan di hari dingin. Bukan sekadar acara hiburan, tapi juga pengingat bahwa perhatian kecil dan obrolan sederhana bisa punya arti besar.
The Village Barber akan mulai tayang pada Jumat (30/1) dan hadir seminggu sekali pada hari tersebut. Tertarik menontonnya, Gez? (Arie Widodo/E07)
