Mengapa Awak Kapal Selam Nggak Bisa Keluar dan Berenang Memakai Peralatan Selam?

Mengapa Awak Kapal Selam Nggak Bisa Keluar dan Berenang Memakai Peralatan Selam?
Awak kapal selam keluar dan memakai peralatan selam. (Flickr/ Marion Doss)

Pencarian KRI Nanggala-402 membuat banyak orang-orang bertanya, mungkinkah keluar dari kapal selam dan berenang memakai peralatan selam? Berikut adalah jawabannya.

Inibaru.id – Hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402 masih jadi perbincangan banyak orang. Nah, belakangan juga sampai muncul pertanyaan, mengapa awak kapal selam nggak bisa keluar dan berenang memakai peralatan selam? Padahal, kabarnya di dalam kapal selam tersedia peralatan selam tersebut.

Jadi gini, Millens, menyelam di dalam air, apalagi air laut itu nggak bisa sembarangan dilakukan. Pemula saja harus benar-benar diawasi oleh profesional atau ahlinya sebelum melakukannya. Apalagi jika kita belum pernah memakai peralatan selam sebelumnya. Jadi, meskipun di dalam kapal selam ada peralatan kapal selam, belum tentu semua awak kapal selam bisa keluar memakainya untuk berenang ke permukaan.

Memang, lubang palka kapal selam bisa saja dibuka dan semua awak kapal selam keluar lewat situ dengan peralatan selam lengkap dengan oksigen. Tapi, hal ini baru bisa dilakukan jika kapal selam berada di kedalaman yang relatif dangkal. Sebagai contoh, nggak sampai 30 meter. Kedalam ini jelas nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan kondisi kapal selam KRI Nanggala-402 yang kabarnya ada di kedalaman lebih dari 500 meter, bukan?

Di kedalaman itu, tekanan airnya sangatlah besar. Jadi gini deh, Millens. Bayangkan kamu ditimpa ember berisi air penuh, pasti berat kan. Kalau kamu berada di kedalaman 500 meter, jumlah air yang ada di atas tubuhmu sangatlah berat. Hal ini bisa merusak tubuh ataupun organ dalam manusia. Intinya sih, nggak mungkin banget kamu berenang di kedalaman tersebut meski sudah memakai peralatan selam lengkap.

Di kedalaman tertentu, sebaiknya memakai peralatan selam khusus yang lebih aman. (Flickr/

Marion Doss)
Di kedalaman tertentu, sebaiknya memakai peralatan selam khusus yang lebih aman. (Flickr/ Marion Doss)

Per 10 meter kedalaman air laut, tekanan airnya bertambah sebanyak 1 atm. Tahu nggak, manusia normal biasanya hanya mampu menahan tekanan sebesar 3 atau 4 atm. Jadi, kalau kamu menyelam, paling banter hanya mampu sedalam 30 atau 40 meter di dalam air laut. Kalau lebih, ya tekanan air bakal bisa merusak organ tubuh atau biasanya membuat telingamu terasa sangat sakit.

Kalau kamu terus menyelam lebih dalam, volume udara di paru-paru akan mengecil. Padahal, tulang rusukmu nggak akan berubah banyak. Jadi, rongga di antara tulang rusuk dan paru akan dipenuhi cairan tubuh. Tekanan terhadap paru-paru pun bakal jadi semakin besar. Kalau terus dibiarkan, paru-parumu bisa hancur, lo!

Karena alasan inilah, manusia membuat kapal selam. Tujuannya sih, biar kita bisa menjelajahi dalamnya lautan dengan peralatan yang lebih aman.

Meski begitu, ada lo manusia yang bisa menyelam hingga 253 meter dan menahan nafasnya selama 9 menit. Orang yang melakukannya adalah Herbert Nitsch dari Austria. Dia melakukannya pada 2012 lalu.

Kalau soal rekor, yang membuatnya adalah orang-orang spesial, bukan orang biasa. Jadi, kalau kamu pikir orang biasa bisa melakukannya seperti Herbert, hampir nggak mungkin deh. Apalagi kalau harus berenang dari kedalaman lebih dari 500 meter di bawah permukaan laut. Itu bahkan dua kali lipat dari rekor Herbert.

Jadi, hampir nggak mungkin awak kapal keluar dari kapal selam dengan peralatan selam, ya, Millens? (Ins-Aslifakta/IB09/E05)